Karena mengucapkan syukur / being grateful itu bagus sekali manfaatnya untuk kesehatan mental, saya ingin berbagi hal-hal baik yang terjadi minggu ini. Mungkin hal kecil saja, tapi bisa membuat kita makin semangat, kenapa tidak?

Banyak orang di luar sana yang saya yakin pakaian bersihpun susah mereka dapatkan. Apalagi minggu ini saya getol membaca cerita para tahanan di kamp konsentrasi Auschwitz pada masa Perang Dunia II. Sedih sekali membaca detail kisah mereka yang memilukan. Membuat saya melihat betapa beruntungnya diri saya selama ini.

Lalu apa saja sih yang saya syukuri pada minggu ini?

Ini donat kesukaan saya. Rasanya khas dan enak sekali. Tapi yang jualnya bukan di toko melainkan di beberapa cabang supermarket di sini. Pokoknya harus cari secara khusus kalau nggak ya gak ada. Nah untungnya minggu ini saya bisa makan, dibelikan hubby. Dimasukkan ke dalam kulkas lagi, jadinya dingin dan enak.

Gambar di atas courtesy dari manajemen tempat di mana saya akan merayakan ulang tahun ke 30. Ya, 30! Mencari tempat yang sepertinya susah, ternyata nggak juga. Kami diberikan kemudahan untuk menemukan tempat dengan lokasi dan harga yang cocok. Senang.

Makan malam dan sarapan bakmi bikinan sendiri, lengkap dengan baksonya. Minggu lalu saya buat bakso agak banyak dan distok di frezeer.

Udara sih jadi makin dingin saya nggak suka, tapi bonusnya Loki jadi nempel setiap malam!

Dapat warisan panci Le Creuset dari mama mertua. Secara dia juga nggak doyan masak, ini hanya ngumpulkan debu saja di rumah katanya. Panci ini adalah warisan neneknya M (ibu mertua MIL) — wah senang sekali dapat panci ini. Apalagi saya memang niat mau beli sebuah, sekarang tidak usah lagi!

Minggu ditutup dengan makan Sunday roast di rumah. M memanggang daging babi, saya masak sayur brokoli dengan bawang bombay, bawang putih dan labu panggang. Lalu dapat oleh-oleh wine dari sahabat kami, pasangan yang pas dengan makanannya!

Wah setelah dituliskan ternyata banyak sekali hal yang bisa disyukuri minggu ini ya! Oke siap siap ke minggu selanjutnyaaaa…

Advertisements

Sekitar pertengahan tahun 2016 saya merasa ada dua gigi yang goyah. Tidak ada sakit apa-apa, hanya goyah tiba-tiba! Bingung dong, kenapa giginya goyah? Karena akhir tahun 2016 saya pulang ke Indonesia, pergilah ke dokter gigi di Jakarta untuk memeriksakan diri. Setelah dikirim ke klinik B**Medika untuk x-ray lebih lanjut, menurut dokter gigi ini saya harus terapi akar / cabut syaraf / root canal. Pokoknya menakutkan, dia bilang kalo nggak ditangani secepatnya bisa sakit gigi. Dan berhubung waktu kunjungan yang singkat saya nggak mungkin bolak balik untuk pengobatan jangka panjang. Terapi akar kan nggak bisa sekali pergi lalu selesai?

Balik ke sini (awal tahun 2017) sayapun ke dokter gigi untuk memeriksakan diri lagi. Kata si dokter gigi cewek ini, ah nggak usah cabut syaraf. Tidak apa-apa. Penyebab gigi goyahnya mungkin genetic. Rajin-rajin rawat gigi ya…

Fast forward ke tahun 2018. Perasaan gigi goyahnya kok tidak membaik? Pergilah saya mencari opini ketiga, cari dokter gigi yang lain. Dan akhirnya saya mendapatkan jawabannya.

Saya kena penyakit gusi bernama Early Onset Periodontitis.

Menurut dokter gigi saya, penyakit gusi ini (periodontitis) umum ditemui oleh orang dewasa umur 40 tahunan ke atas atau yang giginya tidak dirawat dengan baik, perokok atau ada riwayat penyakit hormon dan diabetes. Jadi tidak wajar kalau saya yang belum 30 tahun, nggak merokok, hormon diseimbangkan dengan obat dan tidak diabet tapi sudah ada gigi goyah dua buah *sedih*. Melalui pengecekan lebih lanjut, menurut dokter gigi saya sehat tidak banyak plak dan tartar yang harus dibersihkan, sehingga ia menyimpulkan, sakit gusi ini adalah turunan alias genetik. Saya sendiri nggak tahu bagaimana kondisi gusi kedua orang tua saya, secara mereka berdua telah menggunakan gigi palsu sejak saya lahir. Dokter terus menerus meyakinkan saya bahwa perawatan gigi saya di rumah sudah baik, hanya harus ditingkatkan. Tidak boleh malas flossing dan sikat harus lebih sering (lebih dari dua kali sehari).

 Jadi apa yang harus saya lakukan untuk mengobati?

 Jawabannya adalah… tidak ada obatnya 😦

 Mulai sekarang saya harus rutin membersihkan gigi secara professional (tiap 3 bulan sekali kontrol, treatment fluoride dan pembersihan), dalamnya sela di gusi harus diukur rutin (ini ngilu pulaaaaa) dan tidak boleh banyak mengunyah yang keras-keras. Karena penyakit gusi ini menyebabkan tulang lunak di dalam gusi saya rusak (karena itu giginya goyah) dan tentunya tulang nggak akan tumbuh lagi… jadi hanya bisa menerima kondisi ini dan merawat dengan ekstra semenjak sekarang. Moga-moga ke depannya teknologi gigi dan gusi akan lebih baik supaya suatu hari ini ada obatnya…

Saya sempat sedikit down menerima berita ini. Habisnya saya suka dengan gigi saya, sedih dong kalo mikir 10-20 tahun lagi saya akan ompong. Tapi dokter berkali-kali menekankan bahwa ini bukan salah saya, apalagi karena tidak ada gejala lain sebelumnya (sakit, ngilu, berlubang). Iya sih, mau gimana lagi, ini ya diterima saja. Sekarang sudah nggak down, tapi saya jadi ingin cerita-cerita supaya orang lain yang mungkin mengalami pengalaman yang sama untuk cepat-cepat ke dokter gigi untuk cek gusi, jadi bisa cepat ditangani dan dirawat secara baik.

Gusi oh gusi… doakan ya semoga saya nggak cepet ompong!

Walaupun nggak merayakan hari Paskah secara agama, saya ikut dong menikmati hawa-hawa liburannya, kelinci-kelinci lucu di mana-mana, dan makan coklat-coklatnya. Di kantor kami libur 4 hari (dari Jumat ke Senin).

Nggak terasa liburnya sudah mau berlalu dan besok kami sudah masuk lagi. Besok adalah hari pertama saya training! Ya, saya dipindahkan sementara untuk mengisi posisi di tim lain di perusahaan, yang pekerjaannya 100% beda dengan apa yang sudah saya kerjakan selama ini. Karyawati di bagian itu sebentar lagi akan cuti melahirkan, jadi sayalah yang didaulat sebagai pengganti sementara. Moga-moga training besok lancar!

Yang istimewa untuk saya setiap hari Paskah, adalah kalung Paskah ini. Kalung ini diberikan mama mertua dulu (sebelum jadi mertua), beberapa tahun yang lalu untuk Paskah. Jadi setiap ada long weekend Paskah, pasti saya pakai kalungnya.

Ceritanya saya lagi iseng-iseng mainan Facebook, lalu lihat ada salah satu teman perempuan yang single posting foto anak temannya (memang dia ini dekat dengan ibunya si anak yang lucu). Yang paling menyebalkan dan bikin darah mendidih adalah salah satu komen di foto yang menurut saya nyebelin, rude, nggak pada tempatnya, sok, dan minta ditowel pake cobek.

Kenapa saya bilang sok? Habis foto profile-nya cewek yang comment di foto ini adalah fotonya bersama dua anaknya.

Mendidiiiiiih deh baca komennya apalagi bagian yang saya lingkari itu. Memangnya langsung saja deh sembarangan pacaran, nikah atau bikin anak dengan seseorang. Kan nggak bisa. Kenapa ya banyak orang yang pikirannya cetek begini *elus dada*. Belum ketemu pasangan yang cocok (ini bukan main-main, untuk masa depan lho) lalu dikomentari pilih-pilih. Dan yang sering dikomentari picky alias pilih-pilih ini hampir semuanya selalu perempuan, lho. Sudah umur tinggi sedikit, belum punya pasangan lalu katanya pilih-pilih. Kalo laki-laki ya gampang aja, dan nggak ada tuh yang bilang cowok itu koq picky banget sih dsb.

Saya ikutan kesel padahal bukan Facebook saya, hahaha. Secara juga, dua orang sahabat saya di Indonesia sering kena komentar seperti ini, sampai mereka berdua malas pergi ke acara ramai terutama pesta pernikahan.

Sahabat saya K pernah curhat, kalau ketika pergi ke acara pernikahan dirinya selalu mendapatkan interaksi seperti di bawah ini:
Tante-tante (T): Wahhhh K sebentar lagi giliran kamu dong, mana nih pacarnya?
K: Oh iya Tante doain aja ya.
T: Kamu pacar aja belom ada ya?
K: Belum tante, doain aja ya.
T: Wah kamu nih makanya jangan milih-milih! Nanti keburu umur! Pasti kamu cerewet yaa milih-milih pasangannya.

Aduh jleb banget nggak sih, dan karena norma sopan santun si K ya nggak bisa membalas kecuali dengan senyum.

Atau contoh lainnya teman saya si L, yang sering dinasihati temannya yang lain (yang sudah menikah) kalau jangan terlalu milih-milih, yang penting orangnya care dengan kita dan sebagainya. Yah pilihan orang beda-beda, tentu saja laki-laki yang baik itu banyak, tapi kecocokan kan penting yah! Apalagi sejak baca cerita-cerita In a Bad Marriage with a Good Husband dari Instagram Mbak Irassistible. Ngeriiiiii hiiiiii…

Saya jadi berusaha mau lebih peka kalau bercanda, supaya nggak nyakitin hati orang lain (atau bikin sebel stranger yang baca komennya, hahha)

Wah sudah lama banget saya nggak update blog. Rencana untuk rajin blogging lagipun, buyar dan bubar berantakan! Tahun ini harus diusahakan lebih konsisten dengan goal sepertinya, hihihi. Kenapa udah lama nggak update blog… jawabannya ya alasan-alasan klise seperti sibuk, banyak pikiran, kurang semangat. Tapi yang paling membuat malas ya kurang semangat, kehilangan minat menulis dan ingin focus ke kesehatan diri sendiri.

 Kalau begitu saya rangkum update singkat saja hal-hal apa sih yang terjadi sejak akhir bulan September 2017 sampai sekarang yang terlewatkan dan belum dituliskan di blog:

  • M ulang tahun yang ke-31… panjang umur yaa. Ulangtahunnya nggak dirayakan yang gimana-gimana, hanya ngumpul-ngumpul dengan teman rame-rame dan belikan kue favoritnya saja, tiga cookies raksasa di-stack jadi satu.
    Screen Shot 2018-03-19 at 17.59.21
  • Makan 6 course special degustation meal dalam rangka ulang tahunnya teman kami. Kenapa spesial? Teman kami ini kepala koki di suatu restoran, dan kami diundang untuk datang ke restorannya saat tutup dan dimasakkan menu yang hanya ada hari itu saja. Menu spontan! Hehe.
    Screen Shot 2018-03-19 at 18.01.27.png
  • Serunya nonton acara musik, tapi apa daya malam itu maag malah kambuh berat, yang ada malah saya mendengarkan musiknya dari tenda paramedis yang menolong cewek mungil ini muntah-muntah tapi masih senyum-senyum dan ikutan senandung lagunya juga.
  • Jalan 10km dari rumah, ke pabrik gula pink imut-imut di dekat rumah plus taman-tamannya.
  • Natalan di kantor yang biasa saja, tapi sedih karena sahabat kantorku memutuskan pindah kerja.
  • Natalan di rumah dengan teman-teman dekat, M ceritanya manggang ayam kalkun. Lalu Natal juga dihabiskan dengan makan siang bersama mertua dan piknik dengan teman-teman yang lain.
    Screen Shot 2018-03-19 at 18.03.20.png
  • Jalan-jalan ke Wellington – serunya mutar-mutar di kota, ke kebun binatang, ke Museum Te Papa yang keren banget nget nget, naik cable car ke botanic gardennya, ikut tur ke Weta Cave (studionya Peter Jackson), ke Parliament Building dan ikut turnya juga, dan mendaki Mount Victoria.
    Screen Shot 2018-03-19 at 18.04.09.png
  • Setelah tahun baru usai kami ke Rotorua (4-5 jam menyetir dari Auckland) untuk pernikahan sahabat SMA saya yang sekarang tinggal di sana bersama suami dan anak-anaknya.
    Screen Shot 2018-03-19 at 18.05.11.png
  • Menghadapi masalah kesehatan mental yang sangat berat. Buat saya berat sekali, pokoknya down sampai ke bawah-bawah, seumur hidup sesedih-sedih dan banyak masalahnya saya, down tidak sampai ke bawah situ. Padahal sepertinya nggak ada masalah langsung! Usut punya usut saya mengalami major depressive episode karena penyakit gangguan cemas yang tidak terdeteksi dan dicuekin selama bertahun-tahun lamanya. Sampai kurus banget karena makan saja saya nggak selera, heran kan! Padahal saya ini kan pemakan segala. Untung sekarang pelan-pelan sudah bangkit lagi dan berusaha menjadi lebih baik dari tahun lalu.
  • Loki yang makin ahli menangkap tikus dan macam-macam burung… jangan ya Nakkkkkk.
    Screen Shot 2018-03-19 at 18.05.56.png
  • Suka dukanya mempersiapkan acara resepsi pernikahan di Jakarta, yang untungnya berakhir manis, lancar, dan membuat orang tua saya bahagia.
    Screen Shot 2018-03-19 at 18.06.51.png
  • Jalan-jalan ke Jakarta, Bandung, dan merayakan hari Imlek bersama keluarga besar plus M dong untuk pertama kalinya dalam kurun waktu 7 tahun terakhir.
  • Merayakan ulang tahun pernikahan yang pertama dengan jalan-jalan ke kota kecil Paihia yang indah banget, 3 jam menyetir dari Auckland jaraknya.
    Screen Shot 2018-03-19 at 18.07.56.png
  • Mengalami kejadian apes yaitu jatuh dari sepeda motor karena ya saudara-saudara… kami ditabrak mobil yang nggak lihat-lihat mau belok. Untungnya tidak ada luka serius karena kami mengenakan baju dan perangkat pengaman yang berkualitas baik, hanya luka kecil dan keseleo, tapi trauma ketabrak mobilnya itu lhooooo…
  • Jadi bridesmaid di acara pernikahan teman saya yang sangat indah. Pokoknya beautiful!
    Screen Shot 2018-03-19 at 18.10.37.png
  • Berganti penampilan dengan rambut yang dibabat pendek.
    Screen Shot 2018-03-19 at 18.11.46.png

Begitulah update singkat saya, mungkin target selanjutnya bisa untuk membuat post terpisah untuk beberapa cerita di atas.

Happy new year 2018 to my bloggggg **telat banget**

Saya ini masih muda… tapi kadang mengalami saat-saat di mana nih otak rasanya bekerja dengan senior mode on, hahaha. Maksudnya, saya suka alpa dan slebor. Contoh mudahnya saja, dulu Mami rutin kalau kami sedang jalan bareng akan memperingatkan saya, “Awas tuh ada batu di depan.” Atau ada kaca dsb. Padahal kadang obyek yang diperingatkan olehnya supaya saya nggak nabrak, gede banget… tapi ya begitu, karena saya suka tersandung, nabrak dan sebagainya – Mami selalu memperingatkan. Sekarang tanpa sadar, si M melakukan hal yang sama! Saya ngakak, sebegitu alpanya kah saya?

Contoh lainnya saya suka panik… mana HP, kacamata, buah lemon dsb. Dan obyek yang menjadi sumber kepanikan saya bisa saja nyantol di kepala. Atau HP nggak ketemu lha ya orang saya mencarinya sambal teleponan… HPnya nyantol di kuping… jadi nggak kelihatan. Buah lemonnya? Dipegang di tangan! Oops… udah panik duluan dan saya kalo panik jantung berdebar dan tangan langsung keringatan.

Kenapa tiba-tiba nulis tentang ini? Karena tadi pagi saya habis ditertawakan oleh M.

Semalam entah kenapa kami tidurnya terlambat, jadi tadi pagi saya bangun dengan rasa ngantuk yang luar biasa. Tertatih-tatih saya melangkahkan kaki ke kamar mandi untuk bersiap-siap kerja. Seperti biasa Loki menyambut dengan semangat, dan kebiasaannya adalah menemani saya bersiap-siap. Loki akan naik ke atas tempat cuci tangan sambal meong meong sampai saya selesai bersiap-siap.

Sehabis cuci muka, saya biasa memasang lensa kontak dulu sebelum mandi. Buka tempat lensa kontaknya… langsung panik dong. Mana nih lensa kontak kiri? Lho yang kanan kok nggak ada juga???? Meraung-raung deh saya. Lalu… baru sadar… nih mata kok terang banget padahal nggak pakai kacamata? Ya saudara-saudara dengan alpanya lensa kontak nggak sengaja dibawa tidur (pertama kali kejadian dalam 5 tahun belakangan nih!). Pantesan nggak ada di tempatnya. Lha ya masih nempel dengan mata saya sih!!

Oke, kalau begitu saya mau keluarkan dan dicuci deh supaya aman. Sayapun mencuci tangan dengan sabun supaya tangannya bersih sebelum mencopot lensa kontak. Setelah mencuci tangan, saya refleks meraih lap tangan yang digantung di sebelah kiri bawahnya sink. Sambil usap-usap kok tangannya nggak kering-kering… nengoklah saya ke kiri.

WUAAAAAAAAAHHHHHHHHHH pantesan saja usapan saya nggak mengeringkan tangan. Lha yang diusap bukannya kain lap tangan… tapi ekornya si Loki yang menggantung tepat di sebelah si lap tangan!!!!!!!!!!

Kudu cuci tangan ulang, diketawain pula oleh M, kok kamu pagi-pagi sudah ngaco saja…

Yaaaaa… sayapun ikutan ketawa deh. Sambil berjanji pada diri sendiri, nanti malam tidurnya tidak boleh terlambat lagi 🙂

Oke bonusnya foto saya saja deh di bawah, hehehe. Ceritanya habis ikutan voting (voting pertama saya di NZ) untuk pemilu tahun ini.

Screen Shot 2017-09-23 at 5.00.08 PM

Ya, betul.

Kalau menaruh makanan di kulkas… kadang suka dipakai bersama! Bukan bekal ya tapi staple seperti misalnya margarin, selai, madu, yoghurt… saya pernah kehilangan satu kotak yoghurt plus dengan kotak khususnya. Saya kan membuat yoghurt di rumah jadi tanpa kotak khusus saya nggak bisa membuatnya lagi. Beli lagi deh kotak khususnya supaya bisa buat lagi di rumah.

Saya kapok juga membawa sekotak spread (butter atau margarin) untuk roti, soalnya cepet banget habisnya — dan bukan saya yang pakai! Dan para-para klepto yang males beli spread sendiri ini juga meninggalkan sisa remah roti mereka di dalam margarin ini. Karena pisau yang sudah dipakai untuk mengoles roti panggang, dipakai lagi deh untuk ambil margarin lagi…

Saya kapok membawa selai untuk roti panggang. Peanut butter saya dipakai orang, tanpa izin, dan mana yang makai nggak bersiiiih jadi pas saya menyentuh botol setelahnya, tutupnya berminyak. Sebel banget nggak sih!

Madu juga kalau ditaruh di dapur, pasti cepat habisnya walau sudah dituliskan nama pakai stiker yang buesaaaaaaar. Sulitnya karena meja duduk kami tidak banyak storage jadi hampir nggak mungkin menaruh semua makanan tersebut di meja pribadi.

Kok bisa sih saya hari ini nulis ini? Saya mengalami kejadian menyebalkan di kantor hari ini.

Berhubung perut saya tidak bisa mencerna susu biasa (yang disediakan oleh kantor), saya harus membawa susu khusus (lacto free, yang laktosanya sudah di-convert menjadi gula, jadi aman dikonsumsi perut dan rasa susu persis susu segar biasa hanya agak manis sedikit) untuk membuat kopi di kantor. Karena susu khusus ini gak ada yang botol besar, saya hanya bisa membeli yang botol kecil, dan nggak cukup untuk dipakai seminggu penuh. Jadi, saya membeli dua botol setiap kalinya, supaya kalau habis nggak repot buru-buru ke supermarket untuk membeli susu untuk bisa minum kopi, bikin bubur oat atau makan sereal.

Supaya tidak dikira botol susu bersama, kan warnanya mirip, jadi saya nulis nama dan menandai si botol pakai spidol merah menyala seperti di bawah ini:


Sudah gede gitu kan namanya… hari Rabu saya kehabisan botol yang lama. Ambillah botol baru. Begitu diambil… ternyata sudah ada yang minum. Ketika saya beli kondisi susu masih tersegel, dan yang ngambil ini berarti kan harus ambil botol, buka tutupnya, melepaskan segelnya dan diminum setengah. Masa sih kelewatan nama segede itu di spidol merah lagi!


Duhhhhhh kesalnya sampai ke ubun-ubun… karena saya tidak bisa minum susu yang lain. How rude and inconsiderate! Mungkin pada buta tidak bisa membaca nama di botol susu, dan karena kesal, saya bikinlah label yang dilaminating… untuk di sisi botol… dan di atas tutupnya! Nggak bisa salah lagi kan???

Mungkin, kalau masih ada yang minum juga bukan kepunyaan dan haknya, saya mau sambelin tuh susu diam-diam… sukurin deh minum kopi pedas hahaha, resiko tanggung sendiri!