Archive

Monthly Archives: December 2014

Suasana Natal di sini sudah berasa sekali, walaupun diiringi cuaca yang tidak menentu. Katanya sih musim panas, tapi tiap hari hujan badai dan berkabut! Tapi gerahnya nggak kalah dengan di Indonesia. Komplit deh!
Jumat kemarin kantor kami mengadakan acara sarapan Natal bersama. Saya takjub dong karena Natal tahun lalu saya masih bekerja di bidang hospitality dan acara Natalnya? BBQ-an di (yak, betul) area parkiran cafe. Itupun karena kita chef-nya kami lah yang harus masak hidangannya… anyway di kantor baru saya kami sudah ada beberapa acara Natal dan akhir tahun. Dua minggu lalu company mengadakan boat cruise seharian untuk menjamu klien-klien perusahaan, minggu lalu team administration kami pergi long lunch ke The Langham Hotel dan sekarang, Christmas Breakfast ini.
Pihak perusahaan memanggil chef dari sebuah cafe ternama, mereka memasak sarapan bergaya buffet di kantor. Jadinya fresh, enak dan seru!

image
Mejanya lengkap dihias dengan Christmas crackers (ditarik dari dua ujung dan ada hadiah di dalamnya–saya dapat serutan pensil) dan lilin Natal.
image
Ruangan corporate meeting diubah jadi dining room — cantik dan impressive!image
Pohon Natal di depan resepsi. Di bawahnya ada kado-kado Secret Santa kami tahun ini.image
Piring breakfast saya. Enaaaaaaaak banget 😀
Pancake, bacon, potato hash, roast tomato dan scrambled eggs.
Sebenarnya masih ada aneka makanan lain seperti jamur krim, croissant, berry danish, flaxseed bread dan oats tapi saya nggak ambil, hehehe.image

Selamat menyambut Natal buat yang merayakan! Christmas shopping saya udah selesai, semua hadiah pun udah dibungkus sendiri. Saya pribadi tidak merayakan Natal secara agama tapi saya ikut merayakan secara personal karena suasananya yang hangat dan seru 🙂

Akhir-akhir ini lumayan sering masak hidangan ini karena mudah, murah dengan bahan yang gampang didapatkan. Mengenyangkan, bikin hangat perut plus masakan ini termasuk masakan ‘gampangan’. Maksudnya bisa dihidangkan dengan nasi untuk versi Asia, mashed potatoes untuk versi kebulean atau dimakan begitu aja juga enak karena ada potongan kentangnya. Resep di bawah ini pakai kira-kira saya karena memang kalau masak nggak ditakar dulu… disesuaikan aja bahannya dengan feeling, apa yang mau ditambah kurangi (terutama bumbu).

x1

Easy Coconut Chicken Stew

Bahan:

  • 1 ekor ayam potong 12 bagian atau boleh diganti bagian ayam kesukaan lainnya
  • 2 buah wortel, iris
  • 2 buah kentang, potong dadu
  • 1 buah bawang bombay, iris
  • 5 siung bawang putih, cincang
  • 2 sdm pasta tomat/tomato paste (sesuai selera boleh dilebihkan)
  • 100 ml santan Kara (sesuai selera juga)
  • garam, lada hitam secukupnya
  • 1 sdm paprika bubuk (optional)
  • air secukupnya (biasanya untuk 1 ekor ayam saya pakai 2.5 gelas air), pokoknya sampai menutup biar ayamnya terebus seperti masak sop gitu.
  • minyak untuk menumis
  • daun bawang untuk taburan

Caranya:

  1. Tumis bawang bombay dan bawang putih hingga harum.
  2. Masukkan ayam, masak hingga berubah warna. Garami sedikit.
  3. Masukkan kentang dan wortel, aduk rata. Garami sedikit.
  4. Campurkan pasta tomat dan aduk rata, tumis kira-kira semenit.
  5. Masukkan air, masak hingga matang seperti masak sop ayam. Biasanya saya biarkan mendidih lalu saya masak dengan api kecil (simmer) selama 45 menit hingga sejam.
  6. Campurkan santan.
  7. Cicipi lalu tambahkan garam dan lada sesuai selera.
  8. Siap disajikan hangat dengan taburan lada hitam bubuk dan daun bawang.

Selamat mencoba!

Kemarin saya mengalami percakapan bodoh tapi kalau diingat-ingat, kocak dan agak tulalit ya. Salah satu teman lama (kami sekolah dari TK sampai SMA bareng) Whatsapp. Sebagai background teman saya ini sekarang sedang belajar bahasa di Korea.

Temen Lama (TL): Hiiii apa kabar?? Udah berapa lama sih di NZ?
Saya (S): Hi baik nih lu apa kabar? Udah mau 4 tahun nih.
TL: Oh udah lama juga ya… udah bisa apply permanent resident donk.
S: blablabla (menjelaskan kalo saya udah punya resident, dan permanent resident NZ dan Australia itu beda systemnya).
TL: Oh… asik banget! Udah bisa ganti paspor dong!
S: (mulai gak sabar) blablabla (menjelaskan sistem menuju citizenship — intinya makan waktu bertahun-tahun lah ya kecuali kamu kaya raya dan investasi buaaanyak duit). Untuk jelasnya lu baca aja websitenya Immigration. Nih websitenya (saya kasih linknya pula).
TL: EAAAAHHH LAMA BANGET! Ribet banget ga bisa ya gitu langsung aja.
S: (makin gak sabar) Kalo segampang itu semua orang mah angkat koper aja pindah negara. Di Indonesia lebih susah lho malah hampir mustahil ambil WNI.
TL: Ihhhhh siapa juga ya yang mau jadi WNI. Emang gak bisa dobel ya? Dobel citizen gitu.
S: (kesabaran makin menipis) Gak bisa kalo di Indonesia.
TL: Oh… payah banget ya… gue males banget paspor Indo gak guna! Di sana gimana, udah saljuan?
S: Di sini lagi summer.
TL: Kalo di tempat lu pas winter berapa derajat?
S: Palingan 3-10 tapi anginan.
TL: WAHHH enak banget!!!!!!! Di sini tuh dingin banget kaya kulkas aja kalah! Masa bisa nggak ada salju sih??

Sayapun berhenti balas Whatsappnya. Bukannya sombong atau nggak mau membantu — saya sering lho bantu jawab pertanyaan teman yang tertarik mau ke sini. Tapi, research dasar aja sama sekali nggak ada. Masa nggak ngeh kalau kami di bawah sini musim panasnya berbalik. Plus yang lebih sedih lagi, sebagai warga negara Indonesia tidak tahu kalau kita tidak boleh pegang dua paspor. Terus logika kalau pindah kewarganegaraan gampang dan cepat. Cape dehhhh.