Archive

Monthly Archives: January 2015

Sejak musim panas tahun kemarin saya sudah pengin banget pergi memetik strawberry. Karena musiman saja, strawberry farmnya hanya buka untuk picking selama kurang lebih 8 minggu dalam setahun… dan tahun lalu saya sibuk bekerja di masa liburan, terlewat dan nggak sempat. Akhirnya berhubung long weekend kemarin kami pun pergi memetik di cuaca yang panas dan matahari yang menyengat sampai butuh sunblock menggila!
Kalau ada yang kebetulan berkunjung ke Auckland pada musim panas saya bener-bener menyarankan pergi strawberry picking ini deh. Fun dan aktivitas yang berbeda. Tempat yang kami kunjungi kemarin, Sweet Red Strawberries di Massey sih konon yang paling bagus. Mereka juga menjual es krim, yogurt dan smoothies dari hasil farm mereka yang legendaris katanya sih enak banget… sayangnya antreannya kayak ular, udah kadung kepanasan deh malas antrenya.
Begitu sampai saya benar2 terpukau dan kaget karena dalam bayangan saya tempatnya paling ukuran farm biasa dan metiknya ya banyak strawberry bergelantungan menggoda yang siap dipetik. Alangkah salahnya saya…

Ada 8 section plantation untuk memetik, di foto ini hanya kelihatan separuh dari 3 section saja…


Strawberrynya ngumpet semua di balik hijau-hijau ini. Jadi harus telaten ‘memburu’. Kayak main video game deh. Mike awalnya “What?? Okay if that’s what you want to do…” dan ujung-ujungnya dia yang seru sendiri nggak bisa berhenti memetik strawberry.

Strawberrynya kecil-kecil, tapi merah, cantik dan maniiiiiiiiiiiiiiis sekali. Puas banget rasanya makan strawberry hasil petikan sendiri.

Oh iya, sistem mereka sangat menarik. Jadi kami tidak usah membayar entrance fee atau biaya masuk plantation ini. Begitu tiba kami hanya disediakan bucket berlapis kantong plastik, terserah mau ambil berapa bucket. Selesai memetik staffnya akan menimbang strawberry hasil buruan dan kami hanya tinggal membayar strawberrynya saja! Harga dipatok NZ$8 per kg, cukup murah dibandingkan membeli strawberry per punnet di supermarket.

Hasil buruan, total kerusakan $15.80.
Hampir 2 kg strawberry, woalah nggak tahu mau diapain, sekarang aja saya sudah mabok makan strawberry… jadi sisanya akan separuhnya dibekukan untuk bahan smoothies dan separuhnya dijadiin selai saja, lumayan bisa tahan lama.

Untuk yang mau ngadem sambil makan eskrim dan sebagainya disediakan hut untuk ngadem dengan pemandangan indah menghadap seluruh plantation… tapi rame banget.

Advertisements

Hore! Saya seneng banget rasanya karena sudah punya handphone lagi. Kamis ini setelah tepat 4 minggu di service centre, HP saya dikembalikan… tapi sedihnya, semua datanya di-wipe! Padahal yang ada problem adalah hardwarenya, saya nggak mengerti kenapa teknisinya harus reflash software ke factory setting (tertulis di invoicenya begitu). Dan… begitu balik ke rumah, saya sadar kalau tombol yang rusak kemarin belum sempurna seperti dulu. Memang bekerja, tapi harus ditekan kencang pakai tenaga! Langsung saja saya bawa kembali ke tokonya, mengembalikan HPnya dan dapat full refund. Thank you super amazing Customer Guarantees Act New Zealand! Singkat cerita karena HP saya rusak dan pihak penjual sudah diberi kesempatan untuk memperbaiki dan gagal, saya sebagai pelanggan berhak untuk minta uang saya kembali atau produk pengganti. Uang yang saya dapatkan saya belikan HP baru, hanya nombok sedikit karena harga HP baru pun dapat diskon berkat staff card pekerjaan baru saya; perusahaannya punya banyak kerjasama dengan beberapa toko waralaba di mana kami sebagai staff dapat harga spesial kalau menunjukkan kartu karyawan kami.

Anyway berhubung sudah punya HP baru dan kameranya bagussssss, saya mau post beberapa foto highlight weekend ini saja. Rasanya sudah lama nggak foto-foto dan share di blog 🙂

imageHari Jumat kami mengadakan acara kumpul-kumpul. Entah kenapa sejak pindah ke sini saya keranjingan makan keju! Soalnya kejunya banyak macamnya dan enak-enak semua… perasaan waktu masih kecil saya cuma ingat keju ya keju plastik yang ditaruh di antara roti tawar, ewwwww. Nggak suka banget. Anyway selesai kerja saya pun cepat-cepat pulang karena beberapa teman datang. Saya yang menyediakan keju, ada yang bawa cold cut meats seperti prosciutto, salami dan chorizo, makanan ringan carrot sticks, sundried tomatoes, olives dan blueberry lengkap dengan wafer crackers dan garlic bread. Seru, murah karena makanannya kumpulan dan asyik ngegosip dan ketawa-ketawa sendiri soalnya di rumah sih, jadi nggak keluar deh urat malunya hahaha.

imageKalau yang tinggal di NZ dan Australia, pasti tahu brand baju tidur tersohor yang namanya Peter Alexander. Range barang-barang mereka bener-bener lucu-lucu, dari piyama, aksesoris kamar, sandal rumah dsb tapi ditemakan. Contohnya Sanrio, Wizard of Oz, Marilyn Monroe dsb. Unik dan lucu dengan packaging yang menggoda. Berkat hasutan intens Yvonne saat kami belanja hari Sabtu (saya punya voucher gift card hadiah Natal yang belum dipakai, hihihi) akhirnya saya belilah sekotak CD Star Wars ini. Sampe sekarang masih nggak terpikir kok bisa ya, emang sih lucu, tapi kolor aja harganya segitu. Ya sudah anggap aja deh hadiah Natal 😀

imageimageBerhubung kami berdua punya mainan baru (saya dengan kamera Polaroid yang sudah lama diidamkan tapi baru sekarang dibeli dan Mike dengan kamera Nikon barunya) kami pun road trip ke kota sebelah Auckland, Hamilton, yang hanya 1.5 jam menyetir soalnya nggak pakai macet-macet, hehehe. Kami ke mallnya yang open concept dan ke kebun binatang. Foto-foto kami banyaknya di bonbin, dan sebenarnya sih rencananya sesudah dari bonbin kami mau ke Hamilton Gardens… tapi saking panas menyengatnya kami rasanya kena heat stroke dan super dehydrated, makanya nyasar ke mall. Berhubung kebun binatangnya bagus dan asri, kami pun berencana balik untuk sekalian ke Gardens kalau cuacanya sudah nggak sepanas sekarang.

imageKe Hamilton nggak lengkap kalau nggak makan ayam legendaris ini. Kolestrol jangan ditanya, micin pun berasa, tapi… hanya once in a blue moon. Saya KFC aja sudah stop makan sebetulnya tapi buat ayam ini… dibikinlah pengecualian.

Have a good weekend guys 🙂

EDJ_6817Saya bukan tipe penyayang binatang tulen. Biasa aja gitu kalo lihat ada yang punya peliharaan… apalagi kadang di Indonesia peliharaannya dikandangin (di sini strictly tidak boleh, kecuali memang hewan yang harus dikandangin seperti guinea pig contohnya). Tapi sejak kecil saya suka sekali dengan kucing. Almarhum Oma punya kucing ginger, dan setahun sekali kami akan berkunjung ke rumahnya untuk liburan sekolah — saya selalu semangat karena mainly saya bisa main dengan kucing peliharaan Oma. Orangtua saya tidak suka punya peliharaan; bahkan Mami benci kucing karena repot dan mungkin terlalu banyak kucing jalanan yang mengganggu di Jakarta.
Sampai saya adopsi Loki. Sayang banget dengan kucing ini. Cara melukiskannya… saya aja nggak punya health insurance lho (lagi menunggu giliran untuk dapet premium dari kerjaan baru) tapi sekali Loki dijemput malam itu juga dia punya pet health insurance. Pokoknya pengin di rumah, kangen kalau lagi keluar dan senang banget kalau dia menyambut saya di depan pintu setiap hari sepulang kerja.

EDJ_6935

Karena biar ceritanya nggak panjang dengan paragraf saya ceritakannya pakai fakta-fakta tentang Loki aja ya 🙂

  1. Loki adalah kucing maine coon, ras kucing domestik terbesar di New Zealand, yang asalnya dari Amerika Serikat (provinsi Maine). Sekarang hampir berusia 16 minggu beratnya sudah mencapai 2,7kg dan menurut dokter hewannya pertumbuhan Loki kira-kira 200 gram per 10 hari. Karena jenis kelaminnya laki-laki saat dia dewasa dan masa pertumbuhannya habis dia akan jadi buesaaaarrrrr dan panjang, sekitar 13-15kg. They are called the dogs of the cat world, and as gentle giants.
  2. Jenis kucing maine coon terkenal dengan tabiatnya yang ramah, bersahabat dan senang dengan human company. Sangat bersahabat juga dengan anak kecil dan anjing. Loki sangat friendly, dia nggak takut dengan tamu yang datang berkunjung ke rumah. Pokoknya baru kenal udah bisa diangkat-angkat, diajak main dan sebagainya.
  3. Loki clingy, dia akan ikut ke mana aja saya ada di rumah (terutama di dapur, hahaha). Saya nonton TV, dia akan duduk di sofa di sebelah saya, nempel di kaki atau di sofa seberang. Pokoknya, dekat dengan pemiliknya.
  4. Seperti maine coon lainnya, Loki jarang mengeluarkan suara meow. Maine coon chirps and thrills instead of meows (bisa dilihat di YouTube video maine coon chirping and thrilling). Kalaupun dia mengeong, suaranya akan kira-kira seperti ini “pppppprrrrmmmeeewww”.
  5. Loki tidur dengan saya di kasur. Nggak diajak tapi dia datang sendiri, dan setiap jam 6 pagi dia akan ‘membangunkan’. Lapar, mungkin! Baguslah jadi alarm alami, hahaha.

Sejak ada Loki mata saya pun lebih terbuka tentang kesejahteraan hewan peliharaan dan how the society views their pets. Nanti akan saya jelaskan di post lain… karena agak panjang. Saya jadi sedih kalau ingat hewan peliharaan teman di Indonesia yang dikandangin, karena saya lihat Loki di kandang kecilnya aja sebentar untuk dibawa ke dokter hewan saya udah jadi sedih! Haha.

EDJ_6821

EDJ_7009

Banyak yang bertanya (bahkan kadang menjurus nyinyir) kenapa maine coon? Kok kucing aja mahal banget? Kucing jalanan mah banyak/temen gue punya kucing ambil aja gratis! Kalo gue sih lebih suka anjing!
Kenapa? It’s personal choice. Pilihan saya mau membayar sebanyak itu untuk kucing saya. Saya memandang kucing ini bukan sebagai barang, bukan sebagai kepunyaan saya, tapi sebagai anggota keluarga dan companion yang saya adopsi 🙂 Dan kenapa bukan anjing karena memang saya merasa nggak cocok dengan anjing yang terlalu aktif, soalnya saya males sih! Hahaha. Dan juga punya anjing butuh waktu untuk menemani jalan-jalan dan sebaiknya di rumah dengan halaman luas dan pagar supaya si anjing bisa jadi happy dog dengan semua space yang dia butuhkan untuk lari-lari aktif dan melakukan kegiatan anjing selazimnya. Saya nggak mau punya anjing yang ditinggal di rumah setiap hari saya bekerja, terlalu capek untuk ajak jalan-jalan rutin dan nggak cukup space untuk kesejahteraannya. Kasihan kan kalau dicuekin anjingnya, apalagi dirantai sesiangan terus waktu pemiliknya nggak ada di rumah.

Saya juga tumbuh sebagai cat person — kalau ada yang kenal teman saya dari kecil pasti akan bilang, dari penghapus sampai tas sekolah, stiker, perlengkapan dan semacamnya… semua serba kucing 😀

EDJ_7027Photo credits to my amazing friend Ed Janwattana.

I’m back 🙂
Rasanya sudah lama banget saya nggak post sesuatu yang baru di blog ini. Padahal banyak event seru berhubungan dengan Natal dan Tahun Baru ya… Tahun ini adalah tahun pertama saya bisa ikut menikmati liburan bareng di NZ karena tahun-tahun sebelumnya saya harus bekerja, berhubung kerja di bidang hospitality masa liburan ya masanya mengeruk untung.

Anyway kenapa saya lama absen? Ya, handphone saya rusak.
Biasanya ide untuk tulisan dan foto-fotonya, saya draft kasar dari handphone tersebut karena ide-ide pingin tulis apa, selalu datangnya random dan selalu didraft secepatnya dan sampai rumah, saya tinggal memodifikasinya deh. Baca post teman-teman yang lain, membalas comment, comment post-post tersebut juga biasa saya lakukan dari handphone pas ada waktu luang di sela-sela kerja atau commuting sehari-hari.
Handphone saya tiba2 menolak nyala dan looping di reboot screennya. Karena masih under warranty, toko yang menjualnya pun memperbaiki — tapi karena rusaknya menjelang Natal (saya drop di toko tanggal 21 Desember) prosesnya lama banget. Sampai detik ini handphonenya belum kembali ke tangan saya 😦 Semoga handphone saya cepat kembali. Rencananya sih karena masih under warranty handphonenya mau saya jual dan ganti yang model baru, hehehe. Untung ada teman yang meminjamkan handphone lamanya… tapi… handphone ini Samsung S2 dari jaman jebot dan udah sering jatuh, jadinya lemot banget!

EMP_0057Anyway happy belated Christmas and New Year from me and Loki!
Yes kucing cheeky ini sudah hampir sebulan tinggal bersama saya. I’ll post more about him soon! Karena sudah hampir sebulan, sudah banyak sifat-sifatnya yang muncul. Di foto di atas Loki sudah hampir 15 minggu.