Archive

Monthly Archives: May 2015

Meet Betsy.

Jadi ceritanya Betsy ini adalah nama tanaman mint-ku hahaha… ada ceritanya di balik tanaman mint ini dan nama Betsy-nya. Tanaman mint ini adalah hadiah ulangtahun dari maminya Mike, beserta satu set alat berkebun kecil, pot tanaman pink ini dan sebotol Pimms hehehe. Kata maminya, jadi saya bisa bikin punch sendiri pakai unlimited mint, soalnya nanam sendiri mintnya… kalau beli lumayan mahal tuh seikat di supermarket. Punch Pimms itu isinya Pimms, lemonade (seperti Sprite), daun mint, buah stroberi dan irisan mentimun segar. Enak sekali diminum saat musim panas. Dan setelah dibawa pulang jadilah namanya Betsy the 2nd.

Mengapa Betsy the 2nd? Jadi dulu saya membeli sebuah pot kaktus kecil yang dinamai Betsy… emang dasar pelupa dan gak pernah punya tanaman, saya betul-betul lupa kalau punya kaktus di rumah! Sampai akhirnya si Betsy generasi pertama ini mati… pas diketemukan sudah mengenaskan keadaannya, hahahaha. Jadi tanaman ini dinamai Betsy kedua supaya jadi penerus, dan berhubung hadiah, jangan sampe mati deh. Makanya setiap dua hari saya rajin kasih minum, dicek, dan tentunya Loki gak boleh dekat-dekat.

Senang rasanya lihat tanaman ini sehat, terus cantik pula ijo-ijo di rumah gitu kan. Melihat Betsy sehat saya jadi ingin beli planter dan nanam bunga kecil atau herb lainnya… kemarin sempat pergi ke toko kebun untuk lihat-lihat bibit.

Teman-teman yang suka berkebun boleh dong saran apa tanaman favoritnya? Lagi semangat ingin memulai ijo-ijo di rumah… siapa tahu, bisa jadi hobi baru!

Ini cerita jalan-jalan tahun 2011 bersama kakakku waktu dia berkunjung. Karena dia memiliki sertifikat menyelam, kakakku pengen menyelam katanya. Carilah tempat menyelam bagus yang letaknya nggak jauh dari Auckland… lalu berangkatlah kami ke Whangarei. Whangarei ini kota kecil banget, ndak ada apa-apanya… kami di sini juga hanya semalam karena tujuannya ya untuk menyelam ini saja. Kami pun book untuk pergi ke Poor Knights Island. Infonya bisa dilihat di sini.

Kami dijemput shuttle van dari hotel pukul 7 pagi, kami sampai ke kantor dan marina Dive Tutukaka untuk siap-siap berangkat pukul 8. Saya karena nggak bisa menyelam, membayar $115-120… lupa berapa tepatnya, untuk snorkeling saja. Yang nggak bisa berenang seperti saya nggak usah khawatir karena diberikan wet suit yang bisa mengapung. Senang sekali, karena untuk pertama kalinya saya bisa nyemplung ke laut dengan perasaan bahagia nggak takut tenggelam… biaya itu juga lengkap dengan makan siang dan minuman hangat di kapal, karena di kapalnya kan seharian tuh, cruise sampai jam 4 sore. Kapal tersedia untuk snorkel dan dive, lalu ada lagi kapal terpisah yang khusus untuk cruise saja.

Setiap kapalnya dinamai, kami menaiki kapal Calypso. Lalu sepanjang hari kita akan saling dadah-dadahan dengan kapal lainnya. Buat saya ini worth it, apalagi yang belum pernah snorkeling seperti saya. Aman karena health and safety betul-betul diperhatikan. Saya juga sempat mabuk laut sedikit, dan tiap mabuk laut dibuatkan minuman lemon toddy panas dari ‘cafe’ kapal yang saking enaknya, sejak saat itu saya selalu stok di rumah untuk obat di kala tidak enak badan.

Dari Auckland ke Whangarei bisa menyetir atau naik bus antarkota kurang lebih 3 jam lamanya.

Untuk selanjutnya bisa dilihat lewat foto-foto. Air dan langit yang biru, melihat ikan lumba-lumba, sempat lihat paus kecil juga. Instruktur dan staffnya juga sangat ramah-ramah sekali. Setelah ngobrol mereka ternyata lokal-lokal yang datang ke Whangarei setiap musim panas saja untuk bekerja di sana, semacam holiday job gitu kali ya. Patut dicoba kalau ke sini. Saya nggak bisa menjelaskan betapa bagus dan beningnya waktu saya snorkeling, berenang bersama macam-macam ikan warna warni.

Berawal dari kunjungan dokter hewan terakhir Loki ketahuan kalau gusinya merah-merah dan radang sedikit. Saran dokternya dipantau saja dan kalau bisa sikat giginya. Belilah alat sikat gigi kucing plus pasta giginya (rasa ayam lho). Harus pelan-pelan, dibiasakan mulutnya mau menerima jari-jari usil yang megang-megang gusi. Sampai sekarang belum ke tahap gosok, setidaknya dia suka rasanya pasta gigi rasa ayam di jari saya.

Setelah melakukan research saya menyimpulkan, salah satu penyebab si gusi radang ini sama dengan masalah sakit gigi manusia. Ya, makanan yang tertinggal di sela-sela gigi! Diet Loki adalah wet foodnya di malam hari dan selain itu, dia makan biskuit kucing dari kontainer makanannya… ya karena nggak ada yang ngasih makan sih kalau siang-siang atau lagi pergi. Biskuit walau menyuplai nutrisi yang dibutuhkan kucing, tetep aja tertinggal di sela-sela gigi yang menimbulkan plak dan sakit gigi dan gusi. Makanan seperti whiskas dan sebagainya, disebutnya kayak McDonald’snya kucing, ha ha ha.
Setelah gabung dengan grup kesehatan kucing, saya pun memutuskan… mau mengganti wet food Loki dengan homemade raw food yang disiapkan sendiri. Selain bebas pengawet dan bahan kimia dan sehat tentunya, potongannya sengaja disiapkan besar-besar supaya si kucing mengunyah dan membersihkan sela-sela giginya. Kucing juga katanya bagus makan daging mentah dan tidak dimasak ya, karena coba pikir diet natural karnivornya kucing/singa/macan dsb, adalah daging mentah. Kita back to basic. Paleo kucing?Hahaha nggak juga… biskuit tetep jalan untuk di siang hari, untuk nutrisi lain yang dibutuhkan, dan karena siang nggak ada yang ngasih makan. Karena masih pemula, saya bikin yang gampang saja, daging dipotong-potong dan disajikan.

Belilah jerohan ayam, daging sapi dan hati kambing untuk si krucil. Jatah makannya setiap malam 100 gram, dan dari semua daging ini cukup untuk ngasih makan selama 2 minggu dengan biaya total $16… lebih murah 2 dolar dari jatah 2 minggu wet food kalengannya! Bahan ini dasar saja yang saya yakin Loki suka, dan batch berikutnya mau mencoba daging dan jerohan lain. Katanya tulang leher ayam juga bagus untuk membersihkan giginya tapi ndak ada tadi di supermarket. Nanti mau beli untuk snacknya saja.

Dipotong ukuran dadu dan lumayan besar, supaya ngunyahnya bersihkan gigi dan menguatkan tulang rahang. Selama potong-potong saya teskan ke si kucing, bisa nggak ngunyahnya, kebesaran gak potongan dagingnya. Gak tuh, ludes dimakan, dengan meongan puas lagi.

Ditimbang kurang lebih 400 gram untuk satu bag. Kenapa 400 gram? Karena rencananya kantong-kantongnya akan dimasukkan freezer supaya cepat. Jatahnya 100 gram tiap malamnya, jadi daging leleh tahan di kulkas selama 4 hari, supaya segar buat si Loki. Kantongnya dinamai, ditanggali, supaya nggak salah. Jadi 5 kantong totalnya.

Rasanya senang dan puas bisa menyiapkan makanan kucing sendiri. Mudah, gak usah masak, tinggal beli dan potong-potong. Semoga dengan diet baru ini Loki makin sehat, dan kunjungan dokter gigi berikutnya gusinya membaik.

Si buntelan bulu ini makin manja dan suka caper, tapi kadang suka nyebelin juga hahaha. Suka duka hidup dengan anggota keluarga meong, memang. Kasihan, beberapa hari yang lalu ketika dibawa untuk vaksin FIV (semacam AIDS kucing) terakhir, dokter hewannya menemukan gusinya Loki sensitif… kena gingivitis. Dari baca-baca di Internet, saya pun mengira mungkin karena sisa biskuit di giginya yang tertinggal, jadi plak gigi makanya gusinya merah-merah begitu. Saya mulai mengikuti saran dari Internet tersebut, ngasih makan leher ayam supaya mereka kunyah-kunyah dan jadi bersih di sela-sela gigi, dan menuruti saran dokter juga untuk menggosok giginya tiap malam. Sampai sekarang sih belum sampai menggosok gigi, walau alatnya sudah dibeli, harus pelan-pelan membiasakan si kucing dengan kita gosok-gosok gusinya dulu, biar nggak ngamuk, hehe.

Loki sekarang juga pintar, bisa diajak salaman tangan kanan dan kiri, lompat ke tangan atas dan high 5. Betulan lho, kalau saya berikan tangan kanan dia akan salaman dengan paw kanannya juga. Begitu juga dengan high 5-nya, dengan tangan yang benar.

Kalau sudah jam 7.30 malam, dia akan caper sekali. Cari perhatian dengan ngikutin jalan, nempel-nempel dan mengeong yang bunyinya “mmmrrreeeeaaauuuuu”. Aku menyimpulkan, bunyi mreau ini hanya dia ucapkan kalau lagi lapar. Ya jam 7.30 malam adalah waktu makan malamnya. Loki bukan termasuk kucing yang berisik tapi kalau jam segitu belum dikasih makan, dia akan protes sampai makan malamnya disiapkan.

Yang menyebalkan, entah kenapa Loki suka pup dan pipis di matras cadangan! Si matras sampai harus dikunci di storage room. Dia nggak pernah ke WC di daerah lain di rumah kecuali di litter boxnya… dan di matras cadangan ini. Berbagai cara sudah dicoba, dari beli spray buat menghilangkan bau teritori kucing, menghias matras dengan bedding dan linen supaya keliatan seperti kasur dan sebagainya. Tetap saja kadang dapat ‘hadiah’ kecil yang menusuk hidung baunya. Jadi, sekarang si matras dikunci dengan manis supaya aman dari jangkauannya.

Waktu box baru ini datang, jadi mainan favoritnya. Saya sampe dicuekin semalaman, hehehe.

Mabuk catnip. Catnip ini semacam tanaman yang bikin mabok, kaya ganja untuk kucing, haha. Kebetulan teman ada yang menanam untuk kucingnya, dikasihkan ke Loki. Dia pun menyerang si tanaman, sampai ngambek pas tanamannya disita dari jangkauannya, daripada satu rumah kotor dengan daun-daunan di mana-mana.

Karena dingin, kalau malam nempel.

“NO PLASTIC BAG!”

Kata-kata yang sering saya ucapkan (sampai teriak, malah) dalam beberapa tahun terakhir ini. Saya masih ingat, kakak saya pasang muka melongo karena kaget sejak kapan adiknya jadi peduli lingkungan saat saya mengunjunginya di Australia tahun 2011, dan saya menolak kantong plastik. Nggak terasa sudah 5 tahun lamanya — sejak 2010 — saya berusaha (ya, masih berusaha!) untuk tidak menerima kantong plastik… kecuali kalau terpaksa. Entah lupa bawa kantong belanjaan sendiri, atau kantongnya memang besar bisa untuk nampung sampah daur ulang, atau juga kantong belanjaannya nggak cukup.

Awalnya sejak saya merasa kok kantong plastik banyak dan malah jadi terbuang-buang sia-sia. Lalu saya membaca dengan sungguh-sungguh bahayanya sampah plastik yang berlebihan. Di Indonesia yang masih budayanya kantong plastikan di mana-mana, untuk nggak menerimanya… haduh susah sekali. Ditolakpun sudah terlanjur diplastikin, mau nggak mau diambil. Sampai pernah saya kena tegur, “Udah lah jangan rese, buruan dong!” sebagai bentuk protes soalnya saya ribet, gak mau plastik, jadi lama deh proses beli-belinya.

Sekarang beberapa cara saya terapkan supaya lebih disiplin dalam nggak menerima kantong plastik ini. Saya berusaha selalu ingat (walau otak ini, suka lupa melulu bawaannya) untuk membawa kantong sendiri kalau mau belanja di supermarket atau Sunday market. Kalau beli baju biasanya saya menolak kantongnya kalau plastik dan bajunya dimasukkan ke dalam tas (kalau kebetulan bawa yang besar) atau ke dalam kantong belanjaan lain yang terbuat dari kertas atau karton. Kalau beli makanan takeaway, usaha dibawa di tangan saja nggak usah diplastikin. Bagusnya takeaway di sini kalo memang belinya banyak, dipak dalam kardus bekas bukan dalam kantong plastiknya. Pokoknya usaha! Walau suka kadang masih ambil juga, buat buang sampah kecil di kamar mandi dan sebagainya. Ya mengapa susah-susah gampang? Karena ya itu, suka lupa, lebih convenient kalo ambil aja gak usah pake debat, atau memang masih butuh si plastik dalam jumlah kecil. Walau memang kalau dibandingkan dengan di Indonesia atau Malaysia, nolak kantong plastik di sini sudah dianggap lumrah, nggak usah pakai terlalu ribet lagi.

Dalam rangka mau lebih konsisten dan bertanggung jawab, belilah kantong belanjaan ini. Bisa dilipat masukin tas, isinya banyak lagi. Dan yang paling penting aku sukaaaaa gambarnyaaaaaaa 🙂

Semoga bisa lebih disiplin, dalam menolak plastikan.

After all these years, I feel so so so loved on my birthday. Easy to say that my 27th is the best birthday so far.

Sleep-ins, kitty snuggles, first time in 4 years that I am not working on the day, flowers delivered to the office. Mike baked me a cake from scratch by himself and decorated it too. Great lunch and companies. Lots of wishes and pressies. I am feeling so great, even until today!

I wish to be more understanding and patient. I hope that my health will get better. I thrive to improve in what I do. I want more (and closer) companies in life.

And lastly I will try to maintain this blog, thank you for being such a stress relief, a place to write and somewhere I have met lots of new acquaintances and blogger-mates!

x

Cewek-cewek (dan cowok, kakak saya contohnya) yang besar di jaman tahun 90’an dan 2000’an — generasi kita kebanyakan, nih! — mana sih yang gak familiar dengan ucapan di atas? Sebuah lirik dari boyband jadul yang di masa keemasannya mendominasi layar kaca, radio, majalah, poster di kamar, dan sebagainya. Lagu-lagunya dari yang bikin pengen joget-joget sampe yang merdu lawas dengan lirik romantis. Personilnya juga ganteng-ganteng dan keren-keren. Pokoknya idola nostalgia banget deh.

Dan dengan senengnya saya berkesempatan untuk nonton konser mereka hari Selasa lalu.

Saya sudah beberapa bulan tahu Backstreet Boys mau manggung di Auckland. Ingin pergi, tapi karena sedang ngirit dan nggak ada teman yang mau pergi bareng, niat pun diurungkan. Sampai betul-betul lupa, rasa kecewa pun nggak ada. Sepulang kerja hari Selasa Mike dan teman dekat saya Yvonne mengajak makan malam, langsung lah kami bertiga yang kerja di daerah yang sama meluncur makan malem bareng. Makan malamnya awal sekali, jam 5.30 sudah di restorannya. Hari itu saya capek dan tidak mood di kerja, alasannya macam-macam, jadi makan malam itu adalah sebuah treat yang bikin saya melewati hari dengan secercah semangat, habis kerja, bisa haha hihi sambil makan enak. Selesai makan, sayapun ngomong dengan lemas, mau berendam di bath tub lalu tidur awal saking capeknya.

Mike pun berujar, “Or you can see the Backstreet Boys tonight!”

Cengo, melongo, sekian detik pertama nggak ngeh (karena memang nggak ingat kalau mereka manggungnya malam itu).

Lalu teriak senaaaaaang! Tiket konsernya adalah kado ulangtahun awal dari Mike (awal soalnya belum sampai hari ulangtahunnya sih) sebagai surprise karena dia tahu saya pengen banget nonton konser ini. Dan karena si Mike emang nggak suka dengan lagu-lagunya, ya iya BSB versinya adalah model-model The Offspring, Yvonne lah yang bakal pergi denganku secara dia adalah produk generasi BSB juga.

Kami duduk lumayan dekat dan tidak jauh dari panggung utama. Teriak dan nyanyi sampai leher sakit besoknya!

Mereka berlima Brian, AJ, Howie, Nick dan Kevin menyanyikan lagu-lagu hits mereka secara live (dan bahkan beberapa lagu mereka memainkan alat musik sendiri, mengagumkan dan nggak nyangka karena mereka kan dicap boyband jual tampang doang ya), seperti Larger Than Live, Everybody, The Call, As Long As You Love Me, I Want It That Way, Shape of My Heart, All I Have To Give, Incomplete dan sebagainya. Pokoknya seru! Mereka juga lucu-lucu dan pandai berinteraksi dengan penonton. AJ mengajak penonton yang mayoritas perempuan 20-30an untuk “Party like it’s 1999, feel like you’re 15 again.” Nick dengan mukanya yang masih imut, dansa seksi seperti nonton film Magic Mike saja (tapi pakai baju lengkap kok!). Brian selalu melucu, seperti komedian. Kevin bener-bener cool banget dan hanya senyum-senyum cool saja, dan Howie oh my dilihat aslinya walau dari jauh, dia cute sekali.

Mereka sudah berumur (kalo dibanding dulu yak) tapi masih ganteng, hot, energik pula. Saya aja nggak mungkin bisa lompat-lompat 2 jam kayak mereka, hehehe.

Konser berlangsung selama 2 jam di mana mereka berlima menghipnotis satu gedung, semua orang joget, ikutan nyanyi dan teriak-teriak.

What a beautiful surprise! Dan kena banget, karena sepercik kecurigaan aja nggak ada. Baru kali ini, saya betul-betul merasa surprise habisnya, gampang curigaan sih, he he he.

Semoga suatu hari bisa lihat idola saya yang lain, satu generasi juga, yaitu Spice Girls 🙂