Archive

Monthly Archives: October 2015

Screen Shot 2015-10-21 at 5.57.23 pm

*Fotonya adalah fotoku ceritanya lagi mejeng di laman ijo-ijo, biar mendukung postnya yang berbau go green ceritanya*

Sejak pindah dan tinggal di sini, saya merasa saya telah evolve jadi seseorang yang lebih peduli lingkungan, kelangsungan ecosystem dan sustainability. Saya sadar sebagai individu yang cuma seiprit di dunia ini saya masih harus banyak belajar, harus mengembangkan diri lebih jauh supaya lebih rela berkorban kepentingan sendiri untuk lingkungan. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa? Apalagi berita tentang pengrusakan hutan dan asap yang merajalela, bikin sedih dan prihatin.

Dulu sebelum datang ke sini saya masih tergolong kurang peduli karena pengaruh lingkungan mungkin ya. 5 tahun lalu itu kan di Asia recycling dan sebagainya belum marak, bahkan sampai sekarang, masih kantong plastik di mana-mana. Dengan kakak saya-pun dia suka naik pitam kalau keluar dengan saya yang pelupa dan lupa bawa kantong belanja tapi kekeuh menolak plastik. Ribet jadinya.

Berawal dari diskusi dengan sahabat saya T yang sangat cinta lingkungan (pokoknya berapi-api) muncullah ide untuk sekedar nulis perubahan dan upaya saya untuk kontribusi individu kecil di kehidupan sehari-hari.

  • Sebisa mungkin kalau nggak terpaksa banget menolak pemakaian kantong plastik. Beli sayur atau buah di supermarket nggak dimasukkan ke plastik individu lagi dan selalu membawa kantong belanja (atau kadang dus malah, kalau belanja banyak keperluan) ke supermarket. Tas yang dibawa sehari-hari ke kantorpun jumbo supaya kalau beli apa-apa tinggal dicemplungkan saja ke dalam tasnya dan di mobil selalu ada kantung kertas bekas, kalau-kalau kelupaan bawa kantung kecil.
  • Kalau belanja ke toko Asia sengaja bawa kontainer plastik dari rumah untuk beli tahu segar, jadi tahunya langsung cemplung ke wadah daripada masuk plastik lagi (ide ini dapat dari Deny Lestiyorini kalo nggak salah, betul gak Den ini idemu, pernah comment ini di post tentang kantong plastik?)
  • Pelan-pelan makeup, obat muka, toiletries semuanya diganti jadi yang organic dan cruelty free… setiap yang lama habis diganti dengan yang organic. Nggak pernah memakai sabun mandi cair lagi, sekarang pakai sabun batangan saja.
  • Sabun cuci tangan, deterjen pencuci pakaian dan sabun cuci piring semua menggunakan wadah inti yang kalau habis tinggal direfill.
  • Membeli mug to go jadi kalau beli kopi atau minuman di luar sebisa mungkin pakai mug sendiri, nggak pakai yang sekali pakai dibuang.
  • Membeli produk di supermarket selalu dilihat dulu bahan-bahannya. Kalau pakai palm oil alias minyak kelapa sawit, nggak beli.
  • Membeli daging, ayam dan seafood sebisa mungkin beli yang free range / organik / fished sustainably. Kalau nggak ada baru apes deh, terpaksa beli yang ada.
  • Ampas bekas kopi dari rumah kalau ada, ditaburkan sebagai pupuk di tanah.
  • Daripada beli air mineral saya beli botol air yang bukan dari plastik. Selain sehat, hemat, cantik… juga mengurangi sampah plastikan nantinya kalau botol plastiknya rusak, atau buang-buang botol air mineral.
  • Mengurangi minuman kemasan bahan plastik. Sebisa mungkin nggak minum. Ini betul-betul yang susah dulu karena saya doyan minuman kemasan sih. Selain menjaga lingkungan juga jadi hemat dan lebih sehat.
  • Membeli tempat teh dari kaleng daripada plastik. Koleksi teh daun saya lumayan banyak, pakai bahan kaleng selain lebih awet juga lebih cantik daripada yang plastik.

Segitu dulu yang teringat sekarang. Kalau ada cara yang boleh dibagi, comment dong jadi bisa contek-contekan seperti beli tahu a la Deny 😀

Hari Minggu lalu kami berencana piknik kecil-kecilan, sayangnya begitu sampai hari H yang dinanti-nantikan… ternyata cuacanya kurang bersahabat. Sebel banget karena semingguan itu panas dan teriknya luar biasa. Begitu sampai hari Minggu kok memble. Tapi kami nggak habis akal, gelarlah alas piknik di rumah, yuk kita piknik indoor saja. Foto di atas adalah foto teman saya Ed yang berbakat. Seneng kalau ada dia dateng, dijamin habis itu kami kebagian ‘suvenir’ memori foto-fotonya yang bener-bener bagus.

Piknik potluck ini wajib menu andalan adalah cheese dan crackers (kami beli brie, camembert, smoked harvati). Lalu ada sweet chili cheese dip, buah zaitun, smoked salmon, salami, buah, keripik kentang, sliders (ada yang bikin pulled pork, disajikan dengan coleslaw dan roti burger), brownies. Saya sendiri membawa bacon and egg cups dan passionfruit melting moment. Sudah lama nggak masak-masak iseng dan share resep di blog, saya jadi ingin share menu andalan snack potluck kalau lagi malas mikir. Mudah dan anti-gagal deh pokoknya.

Bacon and Eggs Cups

Screen Shot 2015-10-13 at 6.00.51 pm

Bahan:
– kulit puff pastry beku/siap pakai secukupnya
– 1 ikat kecil bayam, potong-potong (pakai baby spinach yang buat salad juga boleh)
– 5 butir telur, kocok dengan 1 cup susu cair, 1/4 cup air dan sedikit pala bubuk, garam dan merica
– 250g bacon (bisa diganti sosis atau smoked chicken, juga enak)
– Keju parut secukupnya
– irisan sundried tomato atau tomat segar juga boleh, kalau suka. Kalau nggak punya atau gak suka tomat bisa di-skip
– minyak untuk mengoles

Cara Membuat:
– Panaskan oven suhu 160Âș C
– Siapkan cetakan muffin atau cupcake, yang ada saja di rumah. Olesi dengan minyak (praktisnya pakai spray oil)
– Tata kulit pastry dalam cetakan.
– Tata isi dengan padat sesuka hati; bayam, bacon, keju parut, tomat.
– Tuangi kocokan telur.
– Panggang kira-kira 15-20 menit sampai telurnya matang, lalu keluarkan dari cetakan dan panggang lagi kira-kira 10-15 menit sampai kulit matang.

Info:
– Kalau nggak suka pastry atau mau dibikin gluten free, skip pastry dan dijadikan frittata cups saja. Hanya perlu dioven sampai telurnya matang dan siap dimakan.

image

Ide postingannya dapat dari baca blognya JNYta… makasih ya untuk idenya. Sudah permisi juga kok mau buat postingan ini. Duluuuuuuuu di blog abege galau saya pernah posting juga, jaman baheula. Jadi iseng pengen buat posting ringan.

Tas gede ini adalah kantong Doraemon saya, bisa muat macam-macam, ada tali pendek dan tali panjangnya. Selama ini dipakai sih awet dan masih terlihat baru (usianya hampir 2 tahun). Tapi karena tendency berat, tas ini hanya dibawa khusus untuk kerja saja, kalau weekend saya pakai tas kecil yang cuma muat dompet, HP dan kacamata item. Jadi… ada apa saja di dalam tas ini?

  • Payung Lipat
    Payung lipat ini adalah payung terbagus dan berkualitas yang ampun awetnya… warnanya ngejreng lagi jadi nggak bakal kelupaan. Selama beli payung ini sudah 1.5 tahun saya nggak beli payung baru. Kalau beli yang murah biasa saja, cepat rusak karena angin di Auckland sini (apalagi kalau lagi hujan) suka bikin payungnya terbalik. Ya betulan, semua payung yang dulu kalau nggak bolong, pasti terbalik di jalanan. Payung merek Blunt ini banyak ukurannya (mau dari yang lipat kecil sampai yang buesar juga ada), ada warranty tahan angin (jadi kalau rusak dalam jangka waktu 2 tahun, bisa diganti), jadi nggak rugi. Malah lebih rugi beli yang murah tapi cepat rusak, terus kudu beli payung lagi.
  • Essential Pouch
    Pouch hitam di bawah payung, isinya macam-macam essential dari Panadol (kalau tiba-tiba migrain atau sakit kepala), cairan pembersih tangan, liner, tampon, lipstik, sisir, ikat rambut dan… peniti! Kalau mendadak butuh, apalagi di kantor.
  • Swipe Card dan Kunci
    Kunci rumah wajib banget karena kalau terkunci di luar mahal sekali biaya panggil orang untuk buka pintunya, swipe card karena tanpa ini nggak bisa masuk kantor, repot.
  • Kacamata Hitam
    Saya paling nggak tahan dengan glare sinar matahari (apalagi yang sore) dan kebetulan ada riwayat katarak dan generasi makula di keluarga inti. Makanya saya selalu sedia kacamata hitam dan memang beli yang kualitasnya bagus supaya bisa block sinar ultraviolet yang kurang bagus untuk mata. Dari tahun 2008, saya baru ganti kacamata hitam baru tahun ini karena yang lama rusak. Awet sekali, karena yang lama dipakai setiap hari dan liburan kemanapun ikut.
  • Scarf
    Scarf kesayangan yang selalu sedia kalau-kalau cuaca drop dari baju yang dipakai. Scarf ini betul-betul hangat, awet dan multifungsi; bia dipakai bermacam-macam gaya (sampe ada videonya segala, bisa dipakai dengan 16 gaya lho. Bisa jadi cardigan segala. Scarf-nya beli di Lululemon, namanya Vinyasa Scarf.
  • Dompet
    Dompet kulit warna ngejreng, soalnya kalau warna gelap, suka ketinggalan! Dompet ini disayang-sayang karena dompet idaman dari belum kerja, terus setelah sudah kerja nabung dulu baru belinya. Super awet juga sudah 2.5 tahun tidak pernah ganti dompet dan masih bagus. Dompet ini nggak ada uangnya, soalnya memang nggak bawa cash dan isinya penuh macem-macem kartu.
  • Botol Air
    Botol air kesayangan merek BBBYO (dan protective case-nya). Dengan membeli ini kita ikut menyumbang dana ‘Save The Ocean’ program mengurangi plastik di pantai gitu. Botolnya bisa keep minuman dingin sampai 12 jam dan panas sampai 6 jam.

Just a quick post… karena nggak sempet hari ini jadi post dari HP deh. Padahal bener2 nggak pernah post dari HP sebetulnya tapi kalau besok… udah lewat dong harinya.

Today is a very special day tidak berasa Loki-ku udah umur setahun.

image

Makin badung dan kalau sesiangan dia suka berjemur di luar, atau di halaman tetangga yang beralas kayu. Tetangga-tetangga sampe kenal sama si Loki jadinya.

image

Loki sekarang beratnya 8.5 kg, kalau ngangkat dia capek duh lama-lama. Tapi seneng aja dia manja, suka diangkat, dikelonin.

image

image

Ai lup yu pul Loki, semoga dia gak rewel dan makin empuk tahun ke tahunnya…