Archive

Loki

Membaca beberapa comment di postingan giveaway saya kemarin (yuk ikutan, masih terbuka giveawaynya untuk yang mau ikutan di sini) saya jadi ingat sudah lama nggak menulis tentang kucingku tersayang ini. Terakhir saya menulis ketika Loki kecelakaan di sini. Ternyata yang demen sama Loki lumayan banyak juga ya, hehehe. Tidak banyak cerita baru tentang Loki soalnya selama masa penyembuhan ini, Loki dikurung di dalam rumah sampai tulangnya sembuh dengan baik. Waktu kontrol dokter terakhir bulan kemarin, Loki dinyatakan sembuh total dan karena itu pin yang ditaruh di tulangnya sekarang boleh dikeluarkan melalui operasi kecil. Sayangnya… bulu yang sekarang sudah tumbuh cantik nanti bakalan dicukur lagi untuk operasinya. Duh kasihan kamu Nak.

img_4573

Di atas ini sisa foto masa penyembuhan kemarin. Dasar bandel, Loki menggigiti kakinya sampai kelingkingnya gundul dan merah. Menurut dokter, mungkin karena operasi syarafnya merasa ‘gatal’ yang cukup normal. Supaya Loki nggak menggigiti kakinya lagi, dipakaikanlah cone/corong penyembuhan hewan plastik seperti di atas. Nggak suka banget dia, tapi setelah seharian memakai, cuek saja.

Kami melepaskan cone waktu jam makan malam (jatah makanan basah/wet food Loki) supaya dia makanya enak dan nggak nempel-nempel di cone-nya. Yang lucu, Loki suka nggak sadar dia pakai cone. Kayak foto di atas, dipikirnya dia lagi menjilati tangannya padahal kan yang dijilati plastik tembus pandang, hahaha. Saya suka ketawa sendiri kalau melihat dia menjilati plastik kayak gitu. Sekarang Loki sudah sembuh dan nggak menggigiti kakinya lagi jadi nggak usah pakai cone lagi deh. Bebas!

img_6241Sedang berpose di depan bantal yang dibelikan oleh sahabat saya, khusus buat Loki. Tulisannya Loki’s Throne. Katanya, pesan dari online shop di Instagram.

img_6315
Rajin menunggui makanan, kalau saya lengah naik deh lompat, curi daging yang baru dipotong.

Coba tebak yang mana Loki di foto atas… dengan teman-teman kucingnya, pasti ketahuan sih yang mana dari ukurannya dan bulunya, hahaha. Waktu kami liburan 3 minggu kemarin Loki dititipkan di cattery (hotel untuk kucing), dan pihak cattery yang luar biasa baiknya ini setiap beberapa hari bakal mengirimkan foto kepada kami. Mereka suka sekali dengan Loki, katanya baik dan manis… dalam hatiku lha yang bener ini kucing yang sama, soalnya kalo di rumah nakal luar biasa dan suka judes sendiri, walau manisnya sih tetap.

img_6266

Waktu kami pulang liburan, M langsung menjemput Loki (dapat titah Baginda Ratu a.k.a. saya). Si Loki waktu pulang langsung muter di rumah, ngendus-ngendus, meong sebentar lalu bobo siang di atas koper… nggak kelihatan kayak rindu sama kami! Tapi dia manis banget sih untuk beberapa hari pertama. Diapa-apain, diuyel-uyel pasti mau dan nggak protes. Kalau sekarang digangguin sering-sering, bisa kena cakar protesnya.

img_6306

Kursi empuk di atas adalah ‘kursinya Loki’, sebenarnya bagian dari sofa kami tapi dibajak dengan sukses. Sekarang M lagi suka-sukanya main Nintendo Switch yang baru itu dan mau nggak mau Loki harus bagi dong jatah kursinya. Kalau malam-malam, berduaan duduknya begini. Lucu dan manis! Kalau lagi gak mau berbagi nanti si Loki duduknya dengan kaki yang dipanjang-panjangin deh, terus kena usir oleh si M… hahaha.

Segitu dulu perkembangan Loki sekarang, semoga foto-fotonya bisa mengilustrasikan bagaimana baiknya proses penyembuhan Loki. Terima kasih kepada dokter-dokter dan dokter bedah hewan yang luar biasa baik dan suportif selama masa penyembuhan dan terapi si Loki.

Dokter hewan kami (siapa tahu di Auckland ada yang butuh):
Pet Doctors Glenfield
2 Cherry Lane, Glenfield, Auckland 0622

Rumah sakit dan dokter bedah hewan kami:
Dr. Kyle Clark
VSG (Veterinary Specialist Group) Auckland
97 Carrington Rd, Mount Albert, Auckland 1025

Saya pernah membaca, kalau statistiknya kucing suka berantem satu sama lain atau kena kecelakaan adalah di malam hari. Karena itu walaupun Loki bebas keluar masuk di siang hari, kami memastikan kalau malam hari dia sudah di dalam. Mengapa si Loki dikasih keluar masuk? Namanya calculated risk. Sama seperti punya anak contohnya, kalau diperam di dalam terus si anak nggak mungkin bahagia, kebebasannya terkekang. Apalagi kucing masih termasuk jenis ‘wild animal’ walaupun judulnya kucing peliharaan, mereka tetap dekat dengan insting primitifnya berburu, jalan-jalan di luar. Ketika masih belum boleh keluar, Loki sedih dan nggak bahagia. Apalagi semua orang rumah bekerja setiap siang.

Sebulan setelah ulang tahun Loki yang kedua, sebuah kejadian mengenaskan terjadi di depan mata kami. Lalai lupa menutup pintu kucing, terlambat sejam sebetulnya, malam itu ketika mobil masuk ke area parkiran rumah Loki yang semangat dengar kami pulang lari dari seberang jalan. Dan tertabraklah Loki oleh mobil malam itu — sebuah mobil yang masih saya kutuki sampai sekarang. Kenapa? Memang jalanan gelap, dan Loki kencang sekali larinya jadi saya tidak menyalahkan pengemudinya. Yang saya sangat marah dan sesali, mobil berhenti setelah menabrak… lalu kabur!

Saya dan M sendiri sudah panik karena Loki setelah tertabrak kabur ke bawah rumah tetangga yang penuh dengan daun-daunan liar tak berpenghuni. Kami pun menghabiskan waktu lebih dari setengah jam untuk mencari ngumpet di mana ini kucing dengan hati cemas luar biasa. Untungnya setelah ketemu, si Loki tampak kesakitan namun baik — dalam artian tidak ada luka robek berdarah-darah. Tidak ada luka luar, tapi ketika diangkat jelas kakinya bermasalah. Kami kira patah tulang, mungkin. Langsung kami larikan ke klinik hewan gawat darurat yang buka 24 jam.

Loki terpaksa kami tinggal karena dia harus dibius dan dicek keadaannya. Malam itu hati kami cenat cenut, karena belum pasti apakah ada pendarahan di dalam? Apa Loki akan selamat? Pokoknya nggak pernah merasa sesedih dan setakut itu seumur hidup saya. Keesokan paginya kami kembali ke klinik. Kabar baiknya, Loki selamat! Akan hidup! Kabar jeleknya, tulang pinggulnya copot dari pelvisnya — jadi ia harus dioperasi secepatnya sebelum tulangnya sembuh dengan tidak baik yang bisa mengakibatkan cacat dan kesakitan luar biasa, apalagi kucing jenis maine coon kan besaaaarrr jadi mereka butuh tulang yang baik untuk menopang berat badannya.

Setelah membayar biaya dokter yang mahalnya aduhai bukan main bikin pusing, kami menitipkan Loki ke dokter hewannya yang biasa (bukan klinik darurat) karena kami harus ke kantor, dan menunggu kabar dari rumah sakit hewan untuk proses operasi. Kami memutuskan untuk operasi, tidak peduli biayanya. Yang penting Loki selamat dan bisa kembali seperti normal.

Sorenya Loki dibawa ke rumah sakit hewan. Dokter bedahnya baik, sabar dan menjelaskan proses yang akan dilalui oleh Loki. Untuk memperbaiki tulangnya harus dipasang tiga sekrup, yang memakan biaya sangat buesar. Biayanya dua kali lipat harga mobil saya. Hampir pingsan! Tapi karena sayang kucing sangat besar, tandatanganlah izin operasi. Dan sedihnya melihat Loki yang biasanya ceria, aktif dan manja, kali ini terkulai lemas tak berdaya. Kalau diangkat ia meraung kesakitan.

Tiga hari kemudian, seusai operasi yang berjalan lancar dan sukses, kami membawa Loki pulang. Loki tidak boleh lompat-lompat dan lari-lari selama kurang lebih 12 minggu. Yang artinya Loki harus tinggal di dalam kandang kecil selama itu juga, dan pelan-pelan boleh mulai latihan jalan dan keluar kandang. Setengah bulunya dicukur untuk operasi tersebut. Beberapa hari pertama setelah pulang Loki lemah dan masih bergantung pada obat penghilang rasa sakit. Sedih melihatnya. Segalanya kami amati dari pola makan, mau minum tidak, bisa pup nggak, pipis berapa kali. Seperti punya bayi sakit! hahaha.

Waktu baru sampai rumah, nafsu makan Loki nggak ada sama sekali karena baru selesai operasi berat. Air pun ia tidak mau minum. Jadi kami gantian menyuapkan air dan madu (dia mau makan madu!) pakai sendok teh pelan-pelan. Ketika Loki sudah mulai mau makan lagi, minum airnya kurang sekali sehingga tidak pup berhari-hari. Saya masih ingat batas terakhir Loki harus pup — kalau hari itu nggak pup harus balik ke dokter hewan dan dikasih pencahar — kami harap-harap cemas menunggu. Ketika akhirnya Loki pup, senangnya luar biasa!!! Padahal sehari-hari kalau lihat pup Loki bawaannya malas, harus dibersihkan hahahaha.

Yang membuat saya agak sedih dan tertusuk adalah orang-orang yang selama ini bisa bercanda kalau Loki ‘hanya kucing’. Atau ini kucing mahal sekali, mendingan di-euthanasia saja. Atau ada yang menyalahkan kenapa kucingnya boleh keluar. Sedih karena memangnya kami mau Loki kecelakaan? Atau kalau bisa diselamatkan kenapa harus di-euthanasia?? Bagi saya egois dan salah kalau memiliki hewan peliharaan (yang kami anggap keluarga!) tapi ketika masa susah, tidak mau menanggung.

Untungnya sejak diadopsi Loki sudah memiliki asuransi hewan. Sehingga biaya yang dibayar bisa diklaim ke asuransi — walaupun yang dibayarkan kembali tidak semuanya, sesuai dengan polis yang dibeli, setidaknya sebagian biaya yang telah dikeluarkan bisa dikembalikan. Biaya dokter hewan ini pokoknya mahal mencekik leher! Saya sampai seperti kampanye kaset rusak, wanti-wanti ke semua orang di sini yang punya peliharaan, please gabung dengan asuransi hewan. Jangan sampai ada apa-apa dengan hewannya lalu nggak mampu bayar… lalu bagaimana?

Nggak terasa sudah 10 minggu Loki istirahat. Sekarang Loki sudah bisa lompat sedikit tapi tidak tinggi, sudah bawel dan senang lagi. Bulunya sudah banyak yang tumbuh lagi. Sayangnya Loki bandel, suka menggigiti ujung kaki. Kata dokternya, memang biasa kalau setelah operasi besar kadang kucing (bahkan manusia) merasa memiliki ‘saraf gatal’ yang pokoknya harus digaruk. Bedanya, manusia nggak langsung menggaruk dan menggigiti si saraf gatal sampai berdarah-darah. Oleh karena itu Loki pun terpaksa dipasangkan cone kucing supaya nggak gigit-gigit lagi.

Banyak pelajaran yang dipetik dari musibah ini. Kesabaran. Betapa sayang kami dengan Loki yang mungkin sebelumnya nggak sadar berapa besarnya. Betapa mencekik lehernya biaya dokter hewan dan pentingnya asuransi, yang mungkin bisa jadi pelajaran untuk teman-teman kami (beberapa ada yang langsung membeli asuransi ketika dengar biayanya Loki).

Loki sekarang sudah lebih kuat dari 10 minggu yang lalu. Kami akan monitor perkembangannya, sambil dikonsultasi dengan dokternya kapan boleh keluar kandang permanen. Lalu kalau sudah kuat dan balik seperti normal pelan-pelan Loki boleh keluar lagi. Sekarang saja tiap kali dilepaskan, Loki sudah berusaha ‘kabur’! Hahaha, Semoga setelah ini Loki bisa sembuh total dan kembali semangat seperti dulu (sekarang jalannya masih aneh tapi sudah improve jauh, artinya Loki latihan jalan lagi) dan nak hati-hati ya, jangan tertabrak lagi! Kantongku sudah nggak mampu… hahaha 🙂

Akhir-akhir ini saya merasa seperti diteror oleh tikus-tikus kecil!

Siapa sih yang nggak takut sama tikus? Selain geli, menjijikkan, bau (ini nggak tahu sih sebenarnya, karena nggak pernah cium) terus adalah tanda-tanda jorok. Pokoknya nggak suka, takut dan geli bercampur jadi satu. Rumah pun selalu bersih kok dan nggak ada tikus yang tinggal di rumah kami.

Sialnya, banyak tikus yang tinggal di bush (hutan kecil) di belakang rumah.
Sialnya, kami punya kucing di rumah.
Sialnya, si kucing hobby menangkap tikus di hutan terus dibawa pulang!
*Nangis jejeritan* Nak kenapa mainnya dibawa pulang sih, ditinggal di luar kan gak apa-apa?

Berawal dari salah satu flatmate saya yang melihat si Loki makan tikus di rumah. Nah sejak saat itu sering deh si buntalan bulu bawa ‘teman-temannya’ main ke rumah! Katanya, kucing membawa tikus mati (atau setengah mati???) itu sebagai hadiah untuk tuannya… *mengelus dada*

Pernah suatu malam flatmate saya mengatakan kalau ia sepertinya melihat ada bayangan hitam kecil lari di ruang tengah dan diikuti oleh kucing. Dipikirnya mungkin sudah setengah tidur kali, terus olehnya dicuekin. Besok pagi kami menemukan Loki nongkrong di dekat daerah sepatu yang berantakan, dan begitu dirapikan ada tikus malang yang sudah tak bernyawa. Kagetnya luar biasa, rasanya jantung mau copot, terus saya pun menghabiskan siang itu membersihkan semua sepatu pakai sabun pembersih.

Pernah juga sedang asyik mainan laptop di kamar, dikunjungi oleh Loki yang membawa ‘hadiah’… sejak saat itu pintu kamar selalu ditutup kalau siang, karena kalau malam kan Loki tidak bisa keluar, jadi nggak ada kejutan-kejutan aneh. Kecuali kalau sial banget tikusnya tertangkap siang, melarikan diri dan ngumpet semalaman seperti cerita di atas.

Tapi yang paling segar di ingatan adalah kemarin sore, saya pulang kerja disambut dengan riang oleh Loki yang ikutan masuk ke rumah, elus elus ke saya. Lalu ia keluar lagi dan masuk lagi……… terus menjatuhkan tikus di depan pintu kamar saya. Kontan karena kaget saya membanting pintu, menutupnya dan di dalam saja deh sendiri menunggu bantuan datang.


Loki… Loki… lucu-lucu tapi kamu kok….

IMG_0492

Selamat musim gugur dari Loki di New Zealand!

Loki sekarang tambah besar dan bulunya mulai tumbuh lagi karena mulai dingin. Kalau siang masih panas terik dan benderang, Loki masih senang banget main di luar rumah… alias hutan belakang rumah dan bus stop di depan rumah. Minggu lalu saya disapa oleh seorang tante-tante cantik yang memuji Loki, katanya kucingnya friendly banget, he smooches to everyone in the bus stop… yup he is officially the bus stop cat.

IMG_0213

Yang follow saya di Instagram pasti sudah pada lihat videonya Loki bergembira ria mengikuti perintah untuk dapat snack! Haha. Iya Loki sekarang bisa tos alias high 5, menangkap tangan di atas (UP!), salaman dengan tangan kiri dan tangan kanan. Dia juga latihannya cepat, cepat menangkap perintah dan suruhan asal dikasih snack di akhir perintahnya itu.

Cerita horror dari Loki adalah, walaupun ia imut imut menggemaskan dan lucu bukan main, ia mulai berburu sekarang. Beberapa waktu yang lalu teman serumah saya Y, whatsapp ketika saya sedang nggak di rumah. Ia bilang ia menjerit horror melihat si Loki sedang dengan sedapnya makan anak tikus di rumah! Untungnya rumah kami nggak pakai karpet kecuali di kamar jadi ketika saya pulang, mudah membersihkan noda bekas darah tikus (geli banget ya, tapi darahnya sebetulnya nggak ada… disapu bersih sama si kucing rakus! Hanya saya bersihkan saja bekas lantainya soalnya geli banget kannnnn bekas site pembunuhan tikus begitu).

Rumah kami nggak ada tikus, jadi Loki sepertinya menangkap tikus dari luar rumah, terus dibawa ke dalam sebagai hadiah untuk kami :/
Selain tikus ia juga menangkap seekor burung. Hancur deh kamar mandi, penuh dengan bulu burung! Sekarang di lehernya Loki dipasangkan bel krincing krincing supaya burung atau tikus mendengar kalau dia datang jadi nggak nangkap lagi ya Nak! Burung sepertinya pendengarannya bagus dan pintar jadi sejak burung malang yang satu itu kami nggak dapat burung lagi. Tikus masih ada, tapi dimakan habis oleh si Loki.

IMG_0409

Hari Paskah yang lalu, saya sedang asyik menonton film seri di kamar yang remang-remang… si Loki masuk kamar, menoleh ke saya… Dan ada tikus gede donggggg di mulutnya. Kontan saya berteriak dan langsung lebay apalagi tikusnya masih hidup walau sudah gak bisa gerak lagi. Untungnya tertangkap tuh tikus.  

Ini Loki di tempat bobok favoritnya, dia selalu menyeret handuk buat ditidurin karena hangat dari heating rail.

Makanan kesukaan Loki sekarang sapi dan jeroan sapi dan kambing — kalau bagian ayam atau babi dia kurang suka. Makanan basah kalengan juga kurang suka, doyan banget biskuit dan suka sekali dengan madu (saya kadang suka kasih jilati sendok bekas madu, dijilatnya sampai bersih).

X

Si buntelan bulu ini makin manja dan suka caper, tapi kadang suka nyebelin juga hahaha. Suka duka hidup dengan anggota keluarga meong, memang. Kasihan, beberapa hari yang lalu ketika dibawa untuk vaksin FIV (semacam AIDS kucing) terakhir, dokter hewannya menemukan gusinya Loki sensitif… kena gingivitis. Dari baca-baca di Internet, saya pun mengira mungkin karena sisa biskuit di giginya yang tertinggal, jadi plak gigi makanya gusinya merah-merah begitu. Saya mulai mengikuti saran dari Internet tersebut, ngasih makan leher ayam supaya mereka kunyah-kunyah dan jadi bersih di sela-sela gigi, dan menuruti saran dokter juga untuk menggosok giginya tiap malam. Sampai sekarang sih belum sampai menggosok gigi, walau alatnya sudah dibeli, harus pelan-pelan membiasakan si kucing dengan kita gosok-gosok gusinya dulu, biar nggak ngamuk, hehe.

Loki sekarang juga pintar, bisa diajak salaman tangan kanan dan kiri, lompat ke tangan atas dan high 5. Betulan lho, kalau saya berikan tangan kanan dia akan salaman dengan paw kanannya juga. Begitu juga dengan high 5-nya, dengan tangan yang benar.

Kalau sudah jam 7.30 malam, dia akan caper sekali. Cari perhatian dengan ngikutin jalan, nempel-nempel dan mengeong yang bunyinya “mmmrrreeeeaaauuuuu”. Aku menyimpulkan, bunyi mreau ini hanya dia ucapkan kalau lagi lapar. Ya jam 7.30 malam adalah waktu makan malamnya. Loki bukan termasuk kucing yang berisik tapi kalau jam segitu belum dikasih makan, dia akan protes sampai makan malamnya disiapkan.

Yang menyebalkan, entah kenapa Loki suka pup dan pipis di matras cadangan! Si matras sampai harus dikunci di storage room. Dia nggak pernah ke WC di daerah lain di rumah kecuali di litter boxnya… dan di matras cadangan ini. Berbagai cara sudah dicoba, dari beli spray buat menghilangkan bau teritori kucing, menghias matras dengan bedding dan linen supaya keliatan seperti kasur dan sebagainya. Tetap saja kadang dapat ‘hadiah’ kecil yang menusuk hidung baunya. Jadi, sekarang si matras dikunci dengan manis supaya aman dari jangkauannya.

Waktu box baru ini datang, jadi mainan favoritnya. Saya sampe dicuekin semalaman, hehehe.

Mabuk catnip. Catnip ini semacam tanaman yang bikin mabok, kaya ganja untuk kucing, haha. Kebetulan teman ada yang menanam untuk kucingnya, dikasihkan ke Loki. Dia pun menyerang si tanaman, sampai ngambek pas tanamannya disita dari jangkauannya, daripada satu rumah kotor dengan daun-daunan di mana-mana.

Karena dingin, kalau malam nempel.

Loki kabarnya baik!

Nggak kerasa udah 6 bulan aja kucingku sayang ini. Sekarang sudah panjang, kalo jalan bergaya anggun karena buntutnya bagussss banget dan beratnya 5 kg. Makin centil juga, sadar kamera. Giginya sudah tumbuh semua jadi frekuensi gigit-gigitannya sudah tidak sesering dulu (bahkan saya nemu beberapa gigi susunya yang rontok di lantai). Beberapa kisah berkesan hidup bersama Loki 2 bulan terakhir ini:

  • Selain biskuit kucingnya yang tersedia sepanjang hari (Loki punya dispenser biskuit sendiri) setiap malam Loki saya kasih makan pet food (wet food) berupa daging khusus untuk kucing. Nah setiap malam jam 7.30 kalau belum dikasih makan si kucing ini bakalan resah dan rewel. Makan malam Loki harus ditimbang, dan saya nimbangnya pakai timbangan listrik yang bunyi “TUUUUTTT” kencang setiap dinyalakan. Nah setiap kali mendengar bunyi TUUTT ini, mau jam berapapun di sudut rumah manapun dia berada, Loki bakalan langsung lari ke dapur dekat timbangan dan ngeong gak berkehabisan sampai dikasih makan. Kadang kalo saya bingung dia di mana, nyalain aja timbangannya dia pasti muncul. Tapi kecele deh, nggak dapet makan 😀
  • Loki kalau pup, kadang suka nyangkut di bulu sekitar pantatnya saking lebatnya itu bulu. Kalau udah nyangkut repot deh, harus dikejar, ditangkap dan dibersihkan (pernah sampai digunting aja bulunya soalnya pupnya nempel gak bisa ditarik). Pernah suatu pagi saya sudah siap berangkat kerja dan ada kejutan sedikit pup di lantai — menyebalkan!
  • Walaupun punya dispenser minuman sendiri (lengkap pake filter lagi) Loki doyan minum dari keran. Biasanya dia akan ke kamar mandi dan jilat ujung keran di bak cuci tangan, dan air akan menetes sedikit demi sedikit buat dia jilati.
  • Obsesi dengan bawang putih. Sumpah dia suka sekali main dengan bawang putih, sampai bawang putih harus saya sembunyikan letaknya dari Loki.
  • Karena dokter hewan menyarankan untuk menyikat giginya sayapun mencoba untuk supaya dia terbiasa saya megang-megang mulutnya pake sikat gigi khusus kucing. Sampe sekarang sih, belum berhasil… masih selalu kena gigit.

Mukanya kocak banget ingin dibagi makanan juga.

Hobbynya tidur di cucian.

Manjanya tiduran di kaki.

Buntut heboh Loki.

Kayak bayi aja ya pake ada perkembangannya… haha. Tapi yo wes lah kan saya belom punya anak dan emang semua perhatian tercurah sama si kucing centil ini. Anyway Loki punya fan page di Facebook lho! Like ya kalo suka kucing dan biar crazy cat mom-nya ini seneng, hehehe. Berhubung Loki cuma kucing bolehlah punya page sendiri, karena ntar kalo punya anak saya paling anti jadi sharent (oversharing parent, minjem istilahnya Mbak Yoyen) dengan alasan-alasan tertentu yang tentunya nggak ngefek ke kucing.

  • Loki aktif sekali, apalagi pada malam hari (karena kucing kan nocturnal ya) dan sekarang lagi teething, jadi suka gigit-gigit semuanya termasuk kaki saya di malam hari lagi tidur! Jadi dia dibelikan boneka chewing dog khusus anjing buat teething aid-nya.
  • Suka dengan kaki — pokoknya kalo lagi duduk nanti dia akan nemplok2 di kaki kita, terus tidur deh.
  • Paling doyan makan Jimbo (fresh meat for cat dengan banyak rasa). Kalo treats dia biasa aja, terus juga doyan keju (tapi gak bisa makan karena lactose, abis makan muntah) dan suka banget sama kue bolu?? Yang ini aneh sih.
  • Beratnya sekarang 3.2 kg… makin berat ya nak. Tiap hari saya gendong-gendong biar kebiasaan gendongnya sampe nanti dia belasan kilo.
  • Udah mulai pinter banget loncat, kemarin loncat ke atas mesin cuci yang tinggi.
  • Mulai mau diangkat-angkat — HOREEEE.

Nempel kaki a la Loki

Menurut vet-nya Loki termasuk kucing sehat yang happy dan berat badannya bagus. Duh seneng banget dengernya. Dia juga termasuk yang mau deket-deket terus, kalo saya pulang duh dia seneng dan jilat-jilat terus. Purring terus. Di ruangan mana saya ada nanti dia akan ngikutin. Oh ya Loki juga baru selesai semua vaksin kitten-nya, dan bakal mulai round vaksin feline HIV (semacam AIDS kucing) bulan depan. Dia juga baru aja dipasang microchip. Gunanya microchip ini, kalau dia hilang atau dicuri dan dibawa ke dokter hewan sama yang nemuin nantinya, akan di-scan dan ketahuan kalau saya pemiliknya yang ter-register resmi di New Zealand. Biayanya cukup murah, $65.

Buku perkembangan Loki dengan detail setiap vet visit dan sakit-sakitnya dll.

Sejak punya Loki, komen begini seriiiiiiiing banget saya denger, menyuruh saya gendutin kucingnya. Alasannya, karena kan gendut itu lucu. Teman saya (kebetulan dia salah satu tersangka penyuruh penggemukan kucing ini) cerita, kalo dia sering ngasih makan kucing liar yang main ke rumahnya KRIM! Biar lucu dan gendut. Padahal tahu nggak sih, kucing itu kebanyakan lactose intolerant. Mereka dikasih susu atau krim, bakalan muntah. Nggak semua kucing ya, tapi kucing kebanyakan. Lha kalo kucingnya liar mana tahu kalo dia muntah kan… kemarin saya sempat eksperimen, ngasih si Loki susu dikit aja buat dia cicipin. Beberapa jam kemudian, muntah deh dan harus dibersihkan kan muntahnya. Untung di lantai kayu, tinggal dilap.

Bingung deh kenapa ya banyak pet owners yang kayaknya obsesi sama ‘gemukin hewan’nya. Pokoknya biar lucu. Apalagi jenis maine coon (MC) seperti Loki. Saya sempat gabung di group maine coon Indonesia di Facebook… terus saya tinggal grupnya. Habisnya, kalau grup lain tuh post foto-foto kucing mereka dan berbagi kisah keseharian, tabiat dan kejadian seputar kucing mereka, yang di grup Indonesia tuh fokus dengan size-nya si kucing. Kalo ada yang belum baca postingan tentang Loki sebelumnya, jenis kucing maine coon ini ras kucing besar yang bisa tumbuh hingga 15 kg di masa dewasanya. Betul-betul fokus dengan berat… sampai ada yang curhat “Kenapa sih kucingku gak gendut2????” dan ada yang sampai post suplemen penambah nafsu makan kucing! “Biar gemuk” katanya.

Ya ampun hatiku miris… hewan peliharaan kan makhluk hidup, life companion, anggota keluarga kita.
Kebayang nggak kalau kucing obesitas misalnya. Lucu sih, kayak bayi atau balita obesitas. Tapi kasihan… Obesitas pada kucing dapat memberikan kontribusi akan terjadinya arthritis (meningkat empat kali lipat pada penderita diabetes tipe 2), dan hepatic lipidosis (masalah yang berpotensi dapat mengancam nyawa).

Dari pedoman kucing dan nasehat dokter hewan, sebaiknya si kucing juga nggak sering dikasih treats, daging (apalagi yang mentah), makanan manusia, dan susu. Sementara para penggemar obsesi kucing gendut, ngasih makan kucingnya daging ayam segar, ikan segar dsb. Yang paling sedih lagi… waktu dikasih tau mereka semua ignorant. “Gapapa ah, kucing ini. Kan lucuuuuu kalo gendut!”

*sedih*