Archive

Recipe

Finally saya bikin food journal!

Iseng sih karena banyak resep hasil modify a la saya yang jadinya hanya nganggur saja dan kadang bengong melihat fotonya, terus lupa masaknya dimasukin apa hahaha.

https://markisacooks.wordpress.com/

Boleh dikunjungi proyek iseng-iseng saya ini dan semoga berlanjut, nggak jadi malas dan berhenti di tengah jalan 🙂

Advertisements

Seusai membaca postnya Bebe minggu lalu, rasanya pingin banget makan mie ayam jamur! Pinginnya yang pakai banget dan rencananya weekend mau ke food court dekat rumah karena ada tante-tante Indonesia yang memang khusus jualan mie ayam di sana. Tak dinyana… si tante tutup! Dan permanen pula tutupnya. Rasanya mau nangis soalnya mie si tante enak bingits secara ia membuat mienya sendiri. Pokoknya mantap!

Karena nggak kesampaian, pergilah saya ke toko Asia, beli macam-macam bahan untuk membuat mie ayam jamur ala bakmi GM. Rasanya sih nggak sama persis sama GM, tapi di lidah ini rasanya enaaaaak pokoknya. Bikinnya tumisan ayamnya sengaja banyak, supaya bisa dimakan sampai puas. Hari ini sudah dua kali makan bakmi untuk makan siang dan makan sore — nanti malam juga mau makan lagi sepertinya hehehe.

Mie Ayam Jamur a la Mariska

Bahan yang dibutuhkan:

  • 2 fillet dada ayam, pisahkan kulitnya (untuk membuat minyak ayam)
  • tulang atau ceker ayam, patah-patahkan dan cuci bersih
  • 3 siung bawang putih dan 2 cm jahe, geprek (untuk kuah)
  • mie telur — bihun atau kweatiau enak juga sih kalau bosan dengan bakmi
  • 1 kaleng jamur kancing, potong-potong jadi dua
  • 4 cm jahe, kupas dan geprek
  • 5 siung bawah putih, rajang halus
  • 1/2 buah bawang bombay, rajang halus
  • bakso sapi
  • sayur sawi, atau kalau tidak ada bokchoy juga boleh, direbus
  • 2 siung bawang putih + 6 butir cabai merah, rebus dan sisihkan (untuk sambel)
  • daun bawang, rajang

Bumbu:

  • 3 sdm saus tiram
  • 2 sdm kecap manis
  • 4 sdm kecap ikan
  • 4 sdm kecap asin
  • 1 sdm kecap asin kental (dark soy sauce)
  • garam
  • lada

Cara membuat:

  1. Rebus fillet ayam dengan ceker atau tulang, garam dan jahe plus bawang putih untuk kuah. Sisihkan kuah kaldu dan potong dadu dada ayam matang.
  2. Panaskan kulit ayam dengan sedikit minyak di atas api kecil sampai keluar minyaknya untuk membuat minyak ayam. Sisihkan.
  3. Untuk membuat tumisan ayam, panaskan sedikit minyak goreng. Masukkan rajangan bawang bombay, bawang putih dan jahe hingga layu dan harum. Bumbui dengan garam.
  4. Masukkan potongan ayam, aduk rata dan tambahkan jamur. Masukkan bumbu dan aduk rata, tambahkan sedikit kaldu ayam. Kecilkan api dan masak dengan api kecil selama setengah jam. Icip-icip dan tambahkan saus-sausan dan garam/lada jika perlu.
  5. Untuk membuat sambel, tumbuk halus rebusan bawang putih dan cabai merah dengan sedikit garam dan air kaldu.
  6. Sajikan mie rebus dengan tumisan ayam dan ‘kuah’ dari tumisan ayam (kalau suka boleh tambahkan minyak wijen), sawi rebus, bakso, sambel, daun bawang dan kuah kaldu ayam.

Bakso bule ini, alias meatballs, tidak sama dengan bakso Indonesia yang digiling halus dan teksturnya kenyal. Baksonya lebih ke arah daging sapi alias mince yang dibulatkan tapi pakai cincangan ayam, babi, kambing atau kalkun juga bisa. Beberapa resep yang saya temukan juga mencampur babi dengan sapi dan sebagainya.

Hari ini saya mau sharing saja resep bakso bule kesukaan saya, setelah bikin dengan variasi ini itu inilah versi yang paling pas untuk selera saya. Si bakso ini versatile sekali alias mudah diadaptasikan mau makan pakai apa. Sama saus tomat dan pasta, oke. Dimakan pakai roti ala Subway juga boleh. Dibentuk lagi dijadikan burger patty juga oke. Dimakan pakai salad juga enak. Biasanya saya membuat dalam jumlah besar lalu dibekukan, kalau mau pakai tinggal dikeluarkan dari freezer.

Cara memasaknya juga mudah bisa digoreng atau di-pan fry atau dioven kalau mau lebih sehat, biasanya kalau saya, dipanaskan di atas penggorengan biar sisi-sisinya brown dan crispy lalu dimasukkan ke dalam oven sampai matang.

IMG_0210

Bakso Bule, alias Beef Meatballs ala Aku
Kalau mau bikin yang banyak tinggal dibanyakin saja bahan-bahannya

  • 500 gr daging sapi
  • 1/2 cup tomato paste / pasta tomat
  • 1/2 cup daun peterseli / parsley, cincang halus
  • 1/2 bawang bombay dicincang halus
  • 1 sdm bubuk bawang putih
  • 1/2 cup keju (saya pakai shredded edam)
  • 2 sdm kecap Inggris
  • 2 sdm wholegrain mustard
  • 1 sdm paprika bubuk
  • garam dan lada secukupnya

Selamat mencoba!

Sejak beli mesin khusus untuk bikin smoothies sendiri saya rasanya bahagiaaaaaaa. Smoothies kan mahal sekali di sini sekali minum $7-9.50 rasanya menyakitkan hati. Enak sih tapinya! Tahun lalu saya sempat beli George Foreman smoothie maker, sakit hati karena kualitasnya kurang bagus dalam artian tidak kuat memblender es batu atau buah yang saya sengaja bekukan untuk buat smoothies. Jadilah saya jual si smoothie maker, nabung sedikit, lalu beli Nutri Ninja Slim. Yang paling dasar saja. Bisa memblender es batu yang gedeeeeee dan rasanya bahagia nggak beli-beli smoothies lagi, bikin di rumah.

Screen Shot 2016-02-29 at 6.47.33 pm

Foto di atas adalah si smoothie dari cafe depan kantor yang saya doyan banget, dulu harganya $6 dan suka iseng beli. Sekarang $7.50 jadi nggak pernah beli lagi sama sekali.

Mau share dua resep smoothies kesukaanku!
Takaran ini buat satu gelas ya, kurleb 400 ml karena itu ukuran gelasnya si Ninja di rumah.

Green Glacier

  • 2 cups / 2 genggam tangan terus diremas ketat sayuran hijau, biasanya saya pakai bayam saja atau campuran bayam dan kale
  • 1/2 pisang
  • 1 buah kiwi
  • daun mint kalau ada dicemplung juga enak
  • 2 sendok makan yogurt tawar
  • 1 sendok makan coconut oil (boleh di skip, ga ada rasanya buat health benefit aja sih)
  • 1/2 sendok makan chia seeds (boleh di skip juga)
  • 1/2 sendok makan LSA powder (boleh di skip juga)
  • es batu

Wooly Brekkie

  • 1 buah pisang
  • 1 sendok makan madu
  • 1 cup (kalau doyan bisa 1 1/2 cups) oat
  • 1 sendok makan yogurt tawar
  • 1/2 sendok makan peanut butter
  • 1 sendok makan coconut oil (boleh di skip, ga ada rasanya buat health benefit aja sih)
  • 1/2 sendok makan chia seeds (boleh di skip juga)
  • 1/2 sendok makan LSA powder (boleh di skip juga)
  • es batu

 

Selamat mencoba 😀

Perkenalan saya dengan lasagna, pertama kali dari resto Pizza Hut ketika kecil. Nggak doyan karena pastanya benyek dan rasanya berminyak dan bikin eneg. Jadi, nggak pernah makan lagi. Pernah juga makan vegetarian lasagna waktu baru pindah ke sini, enak dan nggak eneg tapi kok kurang dagingnya. Salah satu teman saya Whatsapp foto lasagna bikinannya yang pakai banyak sayur… tapi dagingnya nggak dimasak tomat dulu. Jadinya lasagna favorit ini pun lahir — hasil modifikasi sesuai kesukaan sendiri. Saya bisa sekali makan dua potong kalau masak ini untuk makan malam. Karena banyak step untuk membuatnya saya sekali bikin dua loyang, sisanya bisa untuk makan siang besok atau dibekukan untuk kalau lagi malas masak.

Screen Shot 2016-02-06 at 11.28.37 am

Meat Sauce

1 kg mince beef (I reckon maybe mince chicken if you don’t eat beef?)
2 large onion, diced
1 bulb or just 5 cloves would do too, garlic, finely minced
1 tbsp dried oregano (or mixed herbs would do)
1 tbsp ground paprika, optional
1 can tomato (you can use diced or whole peeled)
1 cup tomato paste
2 tbsp worchestire sauce
1 tbsp marmite or vegemite (optional — makes the mince taste richer)
a dash of red wine, optional

Saute garlic and onion in butter or oil of your choice. Stir in oregano. Sprinkle some salt. Mix in mince, sprinkle a bit more salt and keep stirring until cooked through. Stir in tomato paste and ground paprika. Keep stirring. Add in a dash of wine and keep stirring. Mix in marmite, worchestire sauce and canned tomato. Mix thoroughly, adjust salt and pepper to your taste. Let braise for 15 minutes, set aside.

White sauce / bechamel

Melt 50g butter in a saucepan. Stir in slowly 1 cup flour. Whisk thoroughly. Make sure you let this mixture (roux) cook properly, otherwise the white sauce will taste floury.
Add in milk — I don’t really measure my milk, I just keep adding and keep whisking until the desired consistency. It should be thick and creamy once you’re done. I like to add a pinch of ground nutmeg to my bechamel too. Some people whisk cheese in to theirs but I don’t.

Vegetables Layer

I sliced zucchini, eggplant and some capsicum. The vegetables layer is so versatile you can put anything you want I reckon. I have seen people put pumpkin, spinach or mushrooms into their mix.

  • Preheat oven to 180Âș C.
  • Layer lasagna. My layer usually is a thin spread of tomato sauce (canned, packet, or even ketchup will do) on the bottom, lasagna sheets, meat sauce, lasagna sheet, vegetables, cover the vegetables in bechamel, lasagna sheets, and repeat.
  • My top layer is vegetables covered thoroughly in bechamel sauce. Cover with baking paper.
  • Bake for 40 minutes, remove paper from the top and generously sprinkle grated cheese on top, put back in the oven on grill mode for another 10 minutes or until cheese is golden brown.

image

Honestly kita makan sampai kalap karena ada teman yang dateng ikutan makan kemarin… sampai lupa foto hasil jadinya deh ha ha ha.

FB_IMG_1453662862955

Kalian pernah lihat nggak meme di atas berseliweran di dunia maya? Atau sejenisnya yang mirip. Beberapa hari yang lalu saya lihat seorang kenalan di Facebook share ini. Buat dia lucu, bercandaan, dan katanya untuk menyindir ‘cewek-cewek kurus ala anoreksia yang nggak sehat’.

Jujur saja saya tertohok melihat meme beginian muncul (lagi) di dunia maya.

Saya naturally kurus. Baru beberapa tahun terakhir ini seiring dengan pertambahan umur berat saya masuk golongan BMI normal, walau kalau dibandingan dengan porsi makan ya saya masih kurus. FYI berat saya 50 kg untuk tinggi badan 162 cm. Dari kecil saya termasuk kurus terus bahkan sampai 5 tahun lalu berat saya hanya 45 kg.

Pernahkah saya diet? Jawabannya tidak.

Saya merasa di-bully, teraniaya dengan kekurusan saya karena dari kecil kurus terus. Komentar-komentar dari kecil kurus kering, kering kerontang, jankis, begeng, anoreksia, jangan diet terus nggak bagus kalo kurusan lagi, makan banyakan kasian kalo badannya kurus, dan sebagainya. Ingin rasanya saya berteriak. Saya nggak diet! Saya nggak punya masalah dengan berat badan saya. Atau dibercandain kalau saya rata seperti papan.

Dan yang paling menyebalkannya, saya nggak bisa membalas.

Coba bayangkan kalo saya ngatai orang lain GENDUT. Pasti saya sudah dicaci maki karena saya kejam. Lho, kenapa orang gemuk boleh mengatai saya kurus, rata dan semacamnya tetapi saya nggak boleh balik mengatai dia gendut??

Alkisah dua tahun lalu mantan temen kerja saya yang menyebalkan — untungnya dia sudah berhenti kerja dari kantor — bercanda dengan saya. Dia sebenernya nggak gemuk tapi nggak kurus juga dan bentuk badannya seperti buah pir. Katanya “Well you’re probably so skinny because you go to the toilet after lunch… ha ha ha ha.” Betapa kesalnya saya. Dia bercanda di depan banyak orang yang bahkan berkomentar, “That’s not a very nice thing to say.” But I took the high road. Mulut rasanya sudah gatal untuk ngomong, “You should probably join in.” Tapi untuk apa? Ya sudah lah biarkan saja orang lain yang menjawab. Saya cuma tersenyum terus ngeloyor. Mungkin dia iri saya bisa makan banyak tapi tetap kurus? Entah juga. Tapi sebagai contoh saja kalau saya mengatai dia gemuk, saya akan dicap kejam.

People please stop skinny shaming. Skinny people have feelings too… hahahaha!

Bahkan yang anoreksia atau bulimia sekalipun. Apakah kalian harus bully mereka dengan tujuan supaya mereka sadar? Kadang saking sebalnya saya suka comment di tulisan yang nggak adil dan skinny shaming ini. Sekarang saya ngelus dada saja deh. Biar saya kurus. Biarin juga dada saya rata. Yang penting saya sehat dan happy!

Hari Minggu lalu kami berencana piknik kecil-kecilan, sayangnya begitu sampai hari H yang dinanti-nantikan… ternyata cuacanya kurang bersahabat. Sebel banget karena semingguan itu panas dan teriknya luar biasa. Begitu sampai hari Minggu kok memble. Tapi kami nggak habis akal, gelarlah alas piknik di rumah, yuk kita piknik indoor saja. Foto di atas adalah foto teman saya Ed yang berbakat. Seneng kalau ada dia dateng, dijamin habis itu kami kebagian ‘suvenir’ memori foto-fotonya yang bener-bener bagus.

Piknik potluck ini wajib menu andalan adalah cheese dan crackers (kami beli brie, camembert, smoked harvati). Lalu ada sweet chili cheese dip, buah zaitun, smoked salmon, salami, buah, keripik kentang, sliders (ada yang bikin pulled pork, disajikan dengan coleslaw dan roti burger), brownies. Saya sendiri membawa bacon and egg cups dan passionfruit melting moment. Sudah lama nggak masak-masak iseng dan share resep di blog, saya jadi ingin share menu andalan snack potluck kalau lagi malas mikir. Mudah dan anti-gagal deh pokoknya.

Bacon and Eggs Cups

Screen Shot 2015-10-13 at 6.00.51 pm

Bahan:
– kulit puff pastry beku/siap pakai secukupnya
– 1 ikat kecil bayam, potong-potong (pakai baby spinach yang buat salad juga boleh)
– 5 butir telur, kocok dengan 1 cup susu cair, 1/4 cup air dan sedikit pala bubuk, garam dan merica
– 250g bacon (bisa diganti sosis atau smoked chicken, juga enak)
– Keju parut secukupnya
– irisan sundried tomato atau tomat segar juga boleh, kalau suka. Kalau nggak punya atau gak suka tomat bisa di-skip
– minyak untuk mengoles

Cara Membuat:
– Panaskan oven suhu 160Âș C
– Siapkan cetakan muffin atau cupcake, yang ada saja di rumah. Olesi dengan minyak (praktisnya pakai spray oil)
– Tata kulit pastry dalam cetakan.
– Tata isi dengan padat sesuka hati; bayam, bacon, keju parut, tomat.
– Tuangi kocokan telur.
– Panggang kira-kira 15-20 menit sampai telurnya matang, lalu keluarkan dari cetakan dan panggang lagi kira-kira 10-15 menit sampai kulit matang.

Info:
– Kalau nggak suka pastry atau mau dibikin gluten free, skip pastry dan dijadikan frittata cups saja. Hanya perlu dioven sampai telurnya matang dan siap dimakan.